Review Materi Management File dan Linux File Permissions

Halo kawan-kawan semua, disini saya akan berbagi materi mengenai Management File dan Linux File Permissions, semoga bermanfaat :).

Manajemen File dan Direktori di Linux

Perintah  Linux dasar untuk memanipulasi file dan direktori, antara lain:

a. Melihat daftar konten direktori

Untuk melihat nama direktori dimana anda sedang berada, command yang digunakan adalah pwd. jika anda ingin melihat isi direktori , maka ketikan command ls. Jika yang anda ingin menampilkan daftar direktori dengan format panjang, maka ketikan ls-al.

Contoh :

$ ls -al

total 24

drwxrwxr-x. 2 user group 4096 2009-08-11 21:21 .

drwx——   . 35 user group 4096 2009-08-12 10:55 ..

Kolom pertama menunjukan jenis file dan perizinan, kolom kedua menunjukan jumlah link, kolom ketiga menunjukan pemilik file, dan kolom ke empat menunjukan kelompok pemilik file. Kolom lain untuk menunjukan ukuran file.

Karakter pertama menunjukkan :

  • d = directory
  • –  = regular file
  • l = symbolic link
  • s = Unix domain socket
  • p = named pipe
  • c = character device file
  • b = block device file

9 karakter berikutnya menyatakan perizinan. Dibagi menjadi 3 grup, tiap grup 3 karakter mewakili: read, write, dan execute. Karakter tersebut mudah untuk diingat, diantaranya :

  • r = read permission
  • w = write permission
  • x = execute permission
  • –  = no permission

b. Menyalin, memindahkan, atau menghapus file dan direktori

  • cp->           Untuk menyalin file atau copy.

Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2: $ cp <file1> <file2>

  • mv

Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktori tersebut.

  • rm

Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktori. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file.

Ada beberapa pilihan yang berguna untuk perintah cp dan mv:

  • -f atau –force àMemungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.
  • -i atau –interactive àAkan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.
  • -b atau –backup àAkan membuat cadangan dari file yang akan diganti

c. Manipulasi banyak file dan direktori secara rekursif

Menghapus file atau direktori secara rekursif

Jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus, kita bisa menggunakan perintah rm dengan tambahan -r (atau -R atau –recursive)

$ rm -r d1

 d. Menggunakan perintah find untuk mencari berdasarkan file

  • find

Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan.

e. Kompresi dan dekompresi file menggunakan gzip dan bzip2

  • gzip

Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana:  $ gzip <namafile> . Tambahkan -d untuk dekompresi , $ gzip -d <namafile>.gz

  • bzip2

Untuk  mengkompresi file :  $ bzip2 <namafile>, sedangkan untuk dekompresi file $ bunzip2 <namafile>.bz2

Berikut daftar command dasar manajemen file :

Capture

Linux File Permission  

Sistem Operasi Linux bekerja secara multiuser. Untuk mencegah terjadinya akses-akses ilegal terhadap file yang dimiliki oleh user tertentu, maka pada linux dibuat status izin akses file dimana setiap file memiliki informasi untuk mengatur siapa saja yang berhak untuk membaca, menjalankan atau mengubah file tersebut. Ketika sebuah file atau direktori dibuat, maka file atau direktori tersebut kepemilikikannya akan melekat pada suatu user dan group tertentu. Hak akses tersebut menjamin tidak semua user dapat mengakses file dan direktori secara bebas.

Secara garis besar file permission dibagi menjadi tiga yaitu:

  • User
  • Group
  • Other

Setiap file atau folder di system file memiliki tiga atribut yaitu owner, group, dan mode. Owner adalah id dari user pemilik file atau folder tersebut. Group adalah gid dari grup dimana user pemilik file atau folder tersebut terdaftar. Mode adalah sederetan angka 0 dan 1 untuk menyatakan flags akses terhadap suatu file atau folder.

Dalam Linux ada 3 Hak Akses atau perizinan File dan Direktori, yaitu :

  • r untuk read

Berkas  dapat ditampilkan/dibuka isi direktori dari ditampilkan

  • w untuk write

Berkas dapat disunting atau dihapus isi direktori dari dimodifikasi

  • x untuk execute

Berkas eksekusi dapat dijalankan sebagai program direktori dapat dimasuki file management.

Berikut merupakan penjelasan dari properti sebuah file
m
Untuk melihat sebuah permission settings sebuah file gunakan perintah berikut ini :

1 -rw-rw-r– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

2 -rw-rw-r– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

Kita dapat mendefinisikan dari properti dari hasil perintah di atas :

  • file “nama_file” merupakan sebuah file milik user
  • user memiliki hak akses untuk membaca dan menulis / mengedit file
  • file ini juga merupakan milik dari group user
  • anggota dari group user juga dapat membaca dan mengedit file ini
  • selain user dan gruop hanya bisa membaca dan tidak dapat melakukan editing terhadap file ini.

chmod
perintah chmod digunakan untuk mengubah properti sebuah file atau folder, untuk menggunakan kita harus memastikan secara tepat setting file permission yang akan diberikan. ada 2 cara untuk melakukan settingan file permision :

  • Modus Symbolic

modus symbolic ini cukup mudah diingat. karena dapat menentukan hak akses untuk user (u), group (g), others (o) dan untuk ketiganya (a). kemudian dapat menambahkan permission (+), hapus permission (-), atau menghapus hak akses sebelumnya dan menambahkan yang baru (=). berikutnya untuk permission read (r), perizinan write (w), dan untuk execute (x).Contoh untuk menghapus semua permission tapi menambahkan read untuk semuanya:

1 user@kpli_palu:~$chmod a=r nama_file

2 user@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -r–r–r– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

Contoh untuk menambahkan execute permission untuk group :

1 user@kpli_palu:~$chmod g+x nama_file

2 user@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -r–r-xr– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

Contoh untuk menambahkan write dan execute permission secara bersamaan untuk user:

1 user@kpli_palu:~$chmod u+wx nama_file

2 user@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -rwxr-xr– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

  • Modus Numeric

Modus  lain dimana chmod bisa digunakan ialah dengan modus numerik. dalam modus numeric ini permission file bukanlah huruf, melainkan tiga digit oktal.

4 = read (r)
2 = write (w)
1 = execute (x)
0 = no permission (-)

Untuk menambahkan permission, kita tinggal menambahkan angka yang sesuai dengan angka yang di atas. sebagai contoh, hak akses rwx maka 4+2+1 = 7, rx maka 4+1 = 5 dan rw maka 4+2 = 6. untuk pengaturan user, group, dan others, tinggal menomorkan tiga digit yang mewakili hak akses kelompok.contoh menambahkan read dan write pada user dan read pada group :

1 user@kpli_palu:~$chmod 640 nama_file

2 user@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -rw-r—– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

  • Contoh menambahkan read,write dan execute pada user sedangkan group dan others hanya bisa read dan execute :

1 user@kpli_palu:~$chmod 755 nama_file

2 user@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -rwxr-xr-x 1 wawan wawan 5 2011-10-02 12:03 nama_file

  • Keterangan modus numberic :

0 = —
1 = –x
2 = -w-
3 = -wx
4 = r–
5 = r-x
6 = rw-
7 = rwx

Referensi :

http://pemula.linux.or.id/pengguna/command.html

http://palu.linux.or.id/2013/02/permission-file-linux/#more-226

http://syntaxerror.web.id/perintah-dasar-linux.htm

Modul Praktikum Sistem Operasi  Materi Manajemen File dan Direktori , UPI
Modul Praktikum Sistem Operasi  Materi Linux File Permission , UPI

Leave a Reply to แทงหวยออนไลน์ Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *