[Tugas Seminar] Review 10 Jurnal dengan tema e-learning

Judul                     :

Sistem E-Learning Untuk Meningkatkan Proses Belajar Mengajar : Studi Kasus Pada Sma Negeri 10 Bandar Lampung

Penulis                 :

Novi Hidayati

Sumber                :

http://pascasarjana.budiluhur.ac.id/wp-content/uploads/Novi_TM_Vol2No2.pdf

                Dalam jurnal ini penulis mengangkat tema mengenai sistem e-learning yang diimplementasikan di SMAN 10 Bandar Lampung. Masalah yang diangkat disini yakni siswa takut tertinggal dalam mempelajari suatu topik, dimana membuat proses belajar mengajar akan terganggu. Maka dari itu penulis ingin meningkatkan proses belajar mengajar dengan menerapkan sistem e-learning.

                Penulis  membuat penelitian untuk membantu SMAN 10 Bandar lampung dalam mengembangkan sistem elearning berbasis web .  Hal yang diakan dibahas dalam jurnal ini adalah sistem e-learning dan desain yang bagaimana , yang tepat untuk diimplementasikan di SMAN 10 Bandar Lampung.

                E-learning memiliki beberapa pengertian , yang dapat disimpulkan pengertian dari e-learning merupakan konsep pendidikan yang memanfaatkan TIK dalam proses belajar mengangajar. Jenis aplikasi e-learning terbagi atas basis teknologi yakni : CBT (Computer Based Training yakni e-learning yang berjalan dalam PC yang isinya berupa materi dalam tulisan maupun multimedia, namun ada kekurangan pada konsep ini , komunikasi yang terjadi hanya satu arah) , LMS (Learning Management System , contoh dari aplikasi ini adalh atutor, pada aplikasi ini terdapat fitur untuk penulisan materi, upload materi, penugasan dan lain-lain), Aplikasi e-learning berbasis web( semakin kaya dengan perpaduan multimedia, video streaming , contohnya Dokeos).

                Dalam penelitian ini , yang dilakukan di SMAN 10 Bandar Lampung, penulis menentukan sistem e-learning sesuai dengan penilaian staff sekolah dengan cara melakukan penelitian pendahuluan, kuisioner, dan mengolah hasil dari kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan Analytic Network Process (ANP) . Analisis deskriptif ini dilakukan melalui penyajian rangkuman hasil survey dan identifikasi dalam bentuk tabulasi.

                Metode ANP digunakan untuk menentukan sistem e-learning dengan bantuan software superdecision, alternatifnya adalah sistem elearning  Aplikasi berbasis web, computer based training, atau learning management system. Dimana hasil yang didapat dari penelitian ini adalah , pada sistem elearning ini terdapat fasilitas materi pelajaran, mailing list, group, email, link dan chating . Lisensi yang digunakan open source dan tampilan yang diinginkan inovatif, userfriendly, atraktif dan mudah dipelajari. Maka dari itu sistem yang paling tepat diimplementasikan adalah aplikasi E-learning berbasis web. Hasil dari penelitian ini telah didukung oleh pendapat responden yang mengisi kuesioner.

Judul                     :

Pengembangan Media Pembelajaran Online (E-Learning) Pada Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan (SMK) Kikil Arjosari Pacitan

Penulis                 :

Rosa Apriyanti, Sukadi,S.Kom

Sumber                 :

http://ijns.org/journal/index.php/ijns/article/download/91/90

                Tema yang diangkat dalam jurnal ini adalah mengenai pengembangan media pembelajaran online (E-learning) pada SMK Kikil Arjosari Pacitan. Hal yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini adalah kurangnya penyampaian materi dan perlunya penambahan referensi dalam e-learning sebelumnya di SMK ini. Saat penulis melakukan observasi, hasil yang didapat adalah , sepenuhnya proses belajar mengajar hanya dilakukan di dalam kelas , yang memungkinkan tidak terjadinya proses belajar mengajar jika siswa atau guru tidak ada.  Selain itu di SMK ini belum ada sarana mengenai pengelolaan penyebaran seperti artikel , makalah ,dll. Di samping itu siswa pun merasa jenuh akan pembelajaran yang hanya dilakukan dikelas saja. Sehingga penulis melakukan penelitian dengan tujuan pengembangan media pembelajaran online untuk meminimalisir kesulitan para siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Pada pembuatan aplikasi ini penulis menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka dan analisis.

                E-learning adalah aplikasi internet yang dapat menghubungkan antara pendidik dan peserta didik dalam sebuah ruang belajar online. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru SMK dapat di ambil kesimpulan bahwa pendidik dan peserta didik yang memiliki karakteristik berbeda-beda harus menjadi satu kesatuan, dimana pendidik memiliki tanggung jawab untuk pengaturan proses belajar untuk mengarahkan penguasaan peserta didik  mengenai kompetensi yang ada.

Penulis melakukan analisis studi kelayakan dimana masalah-masalah yang ada dalam kegiatan belajar mengajar  . Didapatkanlah  hasil bahwa hal yang menghambat proses belajar siswa adalah, sulitnya siswa dalam memperoleh materi pelajaran, dikarenakan biaya. Selain itu sulitnya guru untuk memberi tugas atau ulangan terutama saat guru berhalangan hadir. Maka dari itu media pembelajaran online (e-learning) ini dibutuhkan untuk memecahkan masalah tersebut.

                Dalam tampilan e-learning ini terdapat beberapa halaman diantaranya halaman utama pengunjung , halaman utama jurusan, halaman login siswa , halaman utama siswa, halaman kelas siswa, halaman mata pelajaran, materi, informasi kuis dan banyak fitur lainnya yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.

Judul                     :

Pengembangan Metode Pembelajaran Online Berbasis E-Learning (Studi Kasus Mata Kuliah Bahasa Pemrograman)

Penulis                 :

Budi, Brian Nurjayanti

Sumber                :

http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/66435/Budi%20-%20Pengembangan%20Metode%20Pembelajaran%20Online%20Berbasis%20E-Learning.pdf?sequence=1

                Hal yang diangkat dalam jurnal ini adalah mengenai pengembangan metode belajar online berbasis e-learning yang diimplementasikan pada mata kuliah bahasa pembrograman pada program diploma IPB. Hal yang melatarbelakangi dari persoalan itu  adalah beragamnya kompetensi mahasiswa dalam menggunakan bahasa pemrograman, dan dapat dikatakan motivasi siwa dalam mengikuti matakuliah ini masihlah rendah.

Semakin berkembangnya teknologi, proses pembelajaran menjadi lebih mudah dilakukan. Belajar hanya mengandalkan tatap muka dosen dan mahasiswa itu belumlah cukup. Maka dari itu sistem  pembelajaran yang memanfaatkan teknologi merupakan solusinya. Dimanapun, kapanpun, kita dapat belajar. Sistem pembelajaran dengan metode e-learning dirasa perlu diimplementasikan untuk melengkapi metode konvensional (tatap muka) untuk memotivasi mahasiswa.

Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode pembelajaran berbasis e-learning, melakukan sosialisasi metode e-learning, menganalisi preferensi mahasiswa terhadap metode pembelajaran e-learning dikaitkan dengan atribut-atribut e-learning dan memberikan rekomendasi penerapan metode e-learning berdasarkan analisa preferensi mahasiswa. Pengembangan metode pembelajaran online berbasis e-learning ini ditujukan untuk mahasiswa diploma mahasiswa program keahlian teknik computer. Pengembangan content Bahasa pemrograman berbasis e-learning ditujukan untuk penyajian materi selengkap-lengkapnya.

Metode analisis data yang dilakukan adalah analisis data secara menual saat proses pendaftaran user , dengan acuan absen kehadiran dapat dipantau dengan melihat item data nomor induk mahasiswa. Untuk mengukur efektifitasan dari pengembangan course content berbasis e-learning, dilakukan penyebaran kuesioner agar di dapat saran dan kritik mengenai alternative pembelajaran ini. Analisis data secara otomatis saat kegiatan ujian online dengan perolehan nilai mahasiswa.

Hasil yang didapat setelah kegiatan itu dilakukan adalah pada mahasiswa yang telah mengetahui e-learning dan telah melaksanakan ujian online , 58 %  menyatakan metode e-learning memberikan kemudahan belajar mahasiswa untuk mendapatkan materi secara online dan mengumpulkan tugas. Disamping itu ada kendala yang dihadapi dalam pengembangan metode pembelajaran online berbasis e-learning ini yakni koneksi internet harus bersifat dedicated line agar tidak ada gangguan saat user banyak mengakse aplikasi ini, disamping itu aplikasi ini harus diperkenalkan secara bertahap kepada direktorat program diploma .

 

Judul                     :

Pengembangan Sistem E-Learning yang Adaptif untuk Pelatihan dan Tes TOEFL

Penulis                 :

Sofian Arifianto, Muchammad Husni dan Erina Letivina Anggraini

Sumber                 :

http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/download/632/357

              Jurnal ini membahas mengenai pengembangan sistem e-learning yang diaplikasikan untuk pelatihan dan test toefl. Hal yang melatarbelakangi penulis untuk mengangkat topic ini ialah lamanya peserta tes untuk mengetahui hasil dari tes toeflnya karena kebanyakan toefl dilakukan secara manual dengan kertas. Hal ini membuat penulis ingin memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan sistem e-learning.

                      Dalam sistem e-learning  toefl ini akan dibuat  dua bagian tes, prestest dan posttest. Pada Pretest  sistem menganalisis kelemahan user berdasarkan nilai tes. Sedangkan pada posttest , hak akses untuk melakukan tes diperlukan sebuah pin. Dengan dibagi nya sistem ini membuat user menjadi lebih focus pada kelemahan bagian tes yang dimilikinya dan dapat memantapkan lagi dalam pengerjaan toefl kedepannya. Dasar teori yang digunakan penulis adalah Fushion Chart (komponen pemetaan dalam basis flash yang dapat digunakan untuk merender data dalam bentuk animasi grafik), Dukeos (e-learning environment dan web aplikasi yang mengatur course dan juga merupakan collaboration tool), TOEFL (Test OF English as a Foreign Language yakni suatu standar kemampuan Bahasa inggris seseorang secara tertulis).

                 Rancangan sistem yang akan dibuat ini memanfaatkan LMS . sistem ini memeliki 2 tes pada daftar trainingnya. Gambaran dari skema yang dibuat penulis, pada halaman utama , user diminta untuk login , lalu user dihapakan pada 2 halaman tes. Pretest dan posttest. Apabila user merupakan user baru atau belum lulus pada pretest maka halaman posttest tidak dapat dibuka. Monitoring pretest menunjukan hasil dari pretest yang dilakukan user.

                Uji coba yang dilakukan diantaranya, admin menambahkan soal dengan tipe*.xls, lalu admin melakukan monitoring. Admin bisa melihat semua data hasil tes, memiliki hak akses untuk mengaktifkan pin dari user tersebut.  Untuk user, user hanya memiliki hak akses untuk melakukan pretest dan bisa melihat progress yang didapat selama melakukan pretest, lalu melakukan posttest jika pretest telah lolos.

              Kesimpulan yang dapat diambil dari uji coba ini adalah, sistem bisa memberi batasan kepada user, sistem mampu menganalisis kelemahan pada course pretest, user bisa memonitor nilai yang dia dapat.

Judul                     :

Sistem Penilaian Otomatis Kemiripan Kalimat Menggunakan Syntactic-Semantic Similarity Pada Sistem E-Learning

Penulis                 :

Deddy Winarsono, Daniel O Siahaan,  Umi Yuhana

Sumber                 : http://kursor.trunojoyo.ac.id/wpcontent/uploads/2012/02/vol5_no2_p1.pdf

                Dalam jurnal ini penulis mengangkat tema mengenai sistem e-learning yang diaplikasikan pada sistem penilaian otomatis kemiripan kalimat menggunakan syntactic-semantic similarity.  E-learning digunakan dengan jumlah mahasiswa yang banyak sangat diperuntukan untuk sistem penilaian otomatis pada jawaban dari soal e-learning. Sistem penilaian otomatis pada jawaban pendek harus konsisten, konsumsi waktu dan biaya yang kecil. Kemiripan string adalah sebuah nilai yang harus ditunjukan hubungan arti antar dua string. Masing-masing string memiliki beberapa akronim. Kemiripan sintatik kata adalah menghitung nilai kemiripan antar dua kata berdasarkan struktur huruf penyusun kata. Sedangkan kemiripan arti antar kalimat adalah menghitung nilai kemiripan arti dua kalimat berdasarkan arti keseluruhan kalimat.

                Nilai kemiripan diasumsikan pada rentang 0 hingga 1 yang artinya nilai 1 untuk nilai maksimum yang menunjukkan bahwa dua kata dapat disebut identik. Penelitian ini merancang suatu metode untuk menyelesaikan permasalahan  menghitung kemiripan kalimat secara sintatik dan semantic dengan mengenali struktur kalimat terlebih dahulu.

                Penulis membahas mengenai kemiripan sintatik dan semantic. Teknik yang digunakan untuk menghitung kemiripan kata secara sintatik menggunakan algoritma Levenshtein distance. Algoritma ini menghitung kemiripan antar kata berdasarkan total biaya terkecil dari transformasi salah satu kata menjadi kata lain dengan menggunakan edit-rules, yaitu penambahan karakter, penggantian karakterdan penghapusan karakter. Teknik untuk menghitung kemiripan semantic antar kalimat adalah menghitung kemiripan arti tiap kata dengan seluruh kata pada kalimat lain. Sistem penilaian otomatis dengan masukan kalimat jawaban yang tersimpan pada tabel jawaban dan masukan kalimat rinci jawaban dari tabel kunci jawaban. Kalimat jawaban mahasiswa dan kunci jawaban diproses tokenizing , POS tagging dan parsing, pengukuran kemiripan kalimat dan penilaian. Nilai hasil ujian disimpan ke tabel hasil ujian pada sistem e-learning.

                Implementasi sistem penilaian otomatis menggunakan metode syntactic-semantic similarity terdiri dari beberapa bagian yaitu tokenizing, POS tagging dan parsing, measuring similarity kalimat dengan menggunakan metode synsemsim menghasilkan matrix similarity. Hasil uji coba dengan menggunakan metode synsemsim  mengambil nilai terbaik antara sintatik dan semantic. Apabila nilai kemiripan kata yang dihasilkan metode sintatik lebih baik dari pada semantic maka nilai sintatik yang dugunakan pada matrix similarity.

                Dari penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa kelebihan metode synsemsim adalah membandingkan dua kalimat dengan struktur yang mirip, sedangkan kelemahannya adalah membandingkan kalimat majemuk yang banyak mengandung kata stopword.

Judul                     :

Pembangunan Aplikasi E-Learning Di SMA Negeri 4 Tasikmalaya

Penulis                 :

Irham Saefful Rohim

Sumber                :

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/648/jbptunikompp-gdl-irhamsaefu-32382-12-20.unik-a.pdf

                Dengan berkembangnya teknologi , tidak dielakan bahwa proses belajar mengajar mulai berbasis teknologi infromasi. Salah satunya mengenai konsep e-learning. Dengan e-learning, proses belajar mengajar  dapat dilakukan menggunakan sarana internet, intranet atau media jaringan computer lainnya.  SMAN 4 Tasikmalaya merupakan salah satu SMA terbaik di kota Tasikmalaya yang berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang teknologi informasi. Hal ini terlihat karena SMAN 4 ini telah memiliki sistem informasi akademik.  Namun untuk proses belajar masih menggunakan cara konvensional dengan kata lain proses belajar harus dilakukan secara tatap muka. Namun disini terdapat suatu permasalahan yakni jika siswa atau guru berhalangan hadir maka akan terhambat penyampaian materi yang akan berdampak pada nilai siswa. Selain itu kepala sekolah sulit untuk memantau kegiatan para guru dan siswa karena belum adanya media untuk menampilkan informasi itu. Maka dari itu dibuatlah suatu aplikasi e-learning berbasis web untuk memecahkan masalah yang ada.

                Dalam jurnal ini penulis melakukan analisis sistem yang terdiri dari analisis masalah (kurang maksimalnya proses belajar dikelas karena terbatasnya waktu sehingga materi tak seutuhnya tersampaikan, kurangnya referensi, terkadang ada siswa yang tidak nyaman untuk bertanya langsung pada guru), analisis prosedur yang sedang berjalan (prosedur pemberian materi pelajaran saat guru hadir, prosedur pemberian materi pelajaran saat guru tidak hadir, prosedur pemberian tugas saat guru hadir, prosedur pemberian tugas saat guru tidak hadir, prosedur pelaksanaan ulangan/kuis, dan lain-lain), analisis kebutuhan non fungsional ( analisis kebutuhan untuk menentukan spesifikasi masukan, proses dan keluaran pada sistem), analisis perangkat keras yang digunakan( kriteria yang harus dimiliki perangkat keras ; prosesor dengan kecepatan 1,0 GHz, VGA card minimal 512 Mb, dst), analisis perangkat lunak (kriteria perangkat lunak yang harus dimiliki ; sistem operasi menggunakan windows xp, web browser mozila firefox, dst).

                Dari hasil analisis terciptalah sebuah perancangan aplikasi yang akan dibangun. Aplikasi web e-learning ini dapat memberikan kemudahan dan keleluasaan pada guru dalam melakukan aktifitas pembelajaran seperti pemberian tugas, materi dan latihan soal. Siswa dapat melakukan pengunduhan materi serta latihan soal bahkan dapat mengumpulkan tugas dimanapun dan kapanpun selama ada koneksi internet, dan yang lebih pentingnya aplikasi ini memfasilitasi interaksi pembelajaran baik diluar maupun didalam kelas tanpa terbatas oleh waktu.

Judul                     :

Implementasi E-Learning Dengan Integrasi Video Conference Berbasis Web

Penulis                 :

Achmad Affandi, Gatot Kusraharjo, Nirwan Adhiatma

Sumber                 :

http://javajournal.its.ac.id/index.php/javajournal/article/viewFile/21/21

                Pada kurikulum pendidikan saat ini yang menjadi center learning bukan lagi teacher melainkan student. Hal ini membutuhkan adanya adaptasi dari seluruh civitas akademika di Indonesia untuk menerapkan sistem tersebut. Permasalahan yang ada, kesempatan untuk mendapat hak akses tidaklah merata. Penggunaan internet sebagai pusat pustaka untuk menambah ilmu , memakan biaya yang cukup mahal pada daerah-daerah tertentu. Untuk memecahkan masalah tersebut diimplementasikanlah e-learning yang saat ini telah dilakukan secara bertahap. Namun terdapat suatu keterbatasan dalam pertukan informasi, yakni hanya terdapat 2 tindakan yang dapat dilakukan melihat dan mengucapkan.  Sedangkan untuk melakukan belum mampu diimplementasikan. Untuk memecahkan masalah ini penulis ingin mengusulkan sebuah metode penerapan e-learning dengan integrasi video conference berbasis web sebagai solusi belajar jarak jauh dalam dunia pendidikan.

                E-learning memiliki potensi untuk memberikan informasi yang tepat kepada orang yang tepat tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Blended learning merupakan peleburan dari pembelajaran di dalam ruangan dan diluar ruangan. Sebuah LMS mendorong pembelajaran dengan perintah tertentu pada masing-masing kursus. Dalam penelitian ini penulis akan membuat kita mempelajari moodle. Moodle merupakan aplikasi yang dapat mengubah suatu media pembelajaran ke dalam bentuk web. Dengan informasi ini kita akan siap untuk memutuskan moodle yang bagaimana yang terbaik untuk merencanakan situs online belajar. Metode synchronous dapat dilakukan dengan teknologi berbasis web seperti web-conferencing, namun metode belajar snkron ini memiliki kekurangan yakni pemakaian bandwith yang besar.

                Implementasi dan perancangan dilakukan secara bertahap yang dijelaskan melalui flowchart. Sistem e-learning dengan integrasi video conference ini mengunakan 2 buah computer server, I switch, dan computer user. Metode sinkronisasi pada penelitian ini terbagi menjadi dua yakni proses pertama dijalankan pada server LMS untuk mendapatkan database lalu proses kedua memasukan database ke server video conference.

                Hasil yang didapat dari analisis ini menunjukan bahwa peningkatan end to end delay ketika komunikasi terus bertambah diakibatkan antrian data video pada pusat multi controlling unit. End to end delay berkurang seiring dengan peningkatan bandwith. Sistem integrasi video conference dan LMS sudah memenuhi standar dari pembelajaran jarak jauh. Rekomendasi performansi video conference dengan parameter nonteknis (MOS) mendapatkan hasil baik.

Judul                     :

Analisis Dan Perancangan E-Learning Di El Rahma Education Centre Dengan Metode TCUID

Penulis                 :

Komang Sukarta Seno, Yesi Novaria Kunang, Susan Dian

Sumber                : http://eprints.binadarma.ac.id/351/1/jurnal%20ANALISIS%20DAN%20PERANCANGAN%20ELEARNING%20DI%20EL%20RAHMA%20EDUCATION%20CENTRE%20DENGAN%20METODE%20TCUID.pdf

                Penerapan e-learning dalam proses pembelajaran membuat peserta didik menjadi lebih mandiri karena dapat belajar sendiri dengan membaca materi yang ada pada e-learning juga membuat peserta didik menjadi lebih aktif karena mereka dapat bertanya pada pengajar secara online (tanpa tatap muka) tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. El rahma education ingin mengkombinasikan pembelajaran secara tatap muka dengan pembelajaran elektronik sehingga meningkatkan interaksi peserta didik dengan pengajar. Berdasarkan penjelasan diatas penulis akan membahas mengenai analisis dan percangan e-learning untuk menunjang sistem pembelajaran di el rahma education centre dengan metode task centred user interface design.

                Komponen dari task centred user interface design(TCUID) terdiri dari identifikasi, desain, dan evaluasi. Pada bagian identifikasi , pengguna dan tugas akan dianalisis , untuk apa sistem dibuat dan bagaimana cara pengguna melakukan tugasnya dalam sistem dan pembuatan scenario secara rinci mengenai tugas pengguna dalam sistem. Pada bagian desain, dipilihlah tugas-tugas yang mendukung untuk dijadikan tujuan utama pengguna menggunakan sistem, pembuatan storyboard untuk memudahkan perancangan desain lalu membuat prototypenya. Dan yang terakhir evaluasi, dijalankan task untuk menguji desain dan diujikan langsung pada pengguna.

                Penulis menyimpulkan hasil dari analisis yang dilakukan didapatkan 9 task yang dibutuhkan dalam sistem e-learning ini yakni, task log in, task peserta, task forum, task matakuliah, task upload, task materi, task buat tugas, task input nilai , task ubah profil dan task log out.

                Penerapan TCUID memakan waktu yang lama sebab banyaknya interaksi yang dilakukan dengan pengguna, namun sangatlah tepat diterapkan untuk pengembangan sistem e-learning karena mengedepankan aspek pengguna dalam perancangannya.

 

 

Judul                     :

Aplikasi E-Learning Berbasis Web Dengan Menggunakan Atutor

Penulis                 :

Yuli Maharetta Arianti, Krisedho Yogisa

Sumber                 :

http://www.gunadarma.ac.id/library/abstract/gunadarma_10106788-ssm_filkom.pdf

                Pada jurnal ini, topic yang diangkat adalah mengenai e-learning. E-learning merupakan proses pembelajaran melalui media elektronik tanpa tatap muka karena dilakukan secara online. Hal ini dapat mempermudah peserta didik dalam belajar tanpa dibatasi waktu seperti saat belajar dikelas. E-learning pada saat ini banyak yang berbasis web , dengan menyediakan upload materi oleh instruktur dan fasilitas download materi untuk peserta didik. Pembuatan aplikasi ini menggunakan perangkat lunak Atutor. Atutor ini dapat dijalankan tanpa koneksi internet karena servernya local.

                Atutor merupakan media e-learning yang tampilannya user-friendly dengan fasilitas-fasilitas yang dapat ditambahkan jika dibutuhkan. Atutor bisa dijadikan pilihan e-learning yang handal karena berbagai kelebihan dan kelengkapan fasilitasnya.             Perancangan aplikasi ini diuijicobakan untuk materi pembelajaran matakuliah analisis dan perancangan sistem informasi, dengan struktur navigasi sebagai berikut, halaman login,halaman file storage, halaman test&survey, halaman group, halaman blog dan pembuatan tugas pada group.

                Dengan adanya aplikasi e-learning berbasis web ini membuat peserta didik dan pengajar dapat berkomunikasi mambahas materi di dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran melalui komentar yang diberikan. Selain itu dengan adanya pengiriman tugas secara langsung oleh peserta didik membuat proses pembelajaran menjadi efektif dan efisien.

Judul                     :

Pembangunan E-learning di SMA Negeri 2 CIMAHI

Penulis                 :

Fany Yurisagita

Sumber                :

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/637/jbptunikompp-gdl-fanyyurisa-31810-1-unikom_f-r.pdf

                Dalam proses pengajaran , penyampaian materi dapat menggunakan media teknologi yang biasanya digunakan adalah slide powerpoint. Hal ini dapat membuat guru sulit untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Masalah ini dialami oleh siswa SMA Negeri 2 Cimahi. Dengan adanya perkembangan informasi, menjadikan dunia pendidikan mudah didapat. Maka dari itu dibangunlah aplikasi e-learning untuk meningkatkan pemnafaatan teknologi informasi di lingkungan sekolah.

                E-learning merupakan pembelajaran yang memanfaatkan internet sebagai media belajar. E-learning ini dijadikan media untuk pembelajaran jarak jaun (distance learning). Jika dahulunya e-learning terkesan pasif , sekarang dengan beberapa tahapan hal ini dirombak, diperbaiki agar terkesan aktif dengan adanya fasilitas forum, chatting membuat suasan belajar menjadi aktif. E –learning terbagi menjadi 2 tipe synchronous training (seperti pelatihan di ruang kelas, namun kelasnya bersifat virtual) dan asynchronous training(pelatihan yang terpimpin , namun peserta dapat pula berdiskusi).

                Penelitian yang dilakukan menggunakan metode pengumpulan data dengan 3 jenis tahapan, ykni studi literature, observasi,dan wawancara. Metode yang digunakan dalam pembangunan aplikasi ini adalah metode waterfall . Pengujian sistem ini menggunakan metode pengujian secara black box, yakni pengujian berfokus pada persyaratan fungsionalitas.

                Hasil yang didapat dalam pengujiannya adalah aplikasi dapat mempermudah guru dalam pemerikasaan hasil ujian yang dilakukan siswa, dalam proses belajar mengajar, dalam mengetahui tingkat kemampuan siswa, mempermudah komunikasi anata guru dan siswa, mempermudah siswa untuk mendapatkan referensi materi pelajaran, kepala sekolah dapat memonitoring hasil ujian siswa dan lain-lain.