[Tugas Seminar] Review 10 Jurnal dengan tema e-learning

Judul                     :

Sistem E-Learning Untuk Meningkatkan Proses Belajar Mengajar : Studi Kasus Pada Sma Negeri 10 Bandar Lampung

Penulis                 :

Novi Hidayati

Sumber                :

http://pascasarjana.budiluhur.ac.id/wp-content/uploads/Novi_TM_Vol2No2.pdf

                Dalam jurnal ini penulis mengangkat tema mengenai sistem e-learning yang diimplementasikan di SMAN 10 Bandar Lampung. Masalah yang diangkat disini yakni siswa takut tertinggal dalam mempelajari suatu topik, dimana membuat proses belajar mengajar akan terganggu. Maka dari itu penulis ingin meningkatkan proses belajar mengajar dengan menerapkan sistem e-learning.

                Penulis  membuat penelitian untuk membantu SMAN 10 Bandar lampung dalam mengembangkan sistem elearning berbasis web .  Hal yang diakan dibahas dalam jurnal ini adalah sistem e-learning dan desain yang bagaimana , yang tepat untuk diimplementasikan di SMAN 10 Bandar Lampung.

                E-learning memiliki beberapa pengertian , yang dapat disimpulkan pengertian dari e-learning merupakan konsep pendidikan yang memanfaatkan TIK dalam proses belajar mengangajar. Jenis aplikasi e-learning terbagi atas basis teknologi yakni : CBT (Computer Based Training yakni e-learning yang berjalan dalam PC yang isinya berupa materi dalam tulisan maupun multimedia, namun ada kekurangan pada konsep ini , komunikasi yang terjadi hanya satu arah) , LMS (Learning Management System , contoh dari aplikasi ini adalh atutor, pada aplikasi ini terdapat fitur untuk penulisan materi, upload materi, penugasan dan lain-lain), Aplikasi e-learning berbasis web( semakin kaya dengan perpaduan multimedia, video streaming , contohnya Dokeos).

                Dalam penelitian ini , yang dilakukan di SMAN 10 Bandar Lampung, penulis menentukan sistem e-learning sesuai dengan penilaian staff sekolah dengan cara melakukan penelitian pendahuluan, kuisioner, dan mengolah hasil dari kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan Analytic Network Process (ANP) . Analisis deskriptif ini dilakukan melalui penyajian rangkuman hasil survey dan identifikasi dalam bentuk tabulasi.

                Metode ANP digunakan untuk menentukan sistem e-learning dengan bantuan software superdecision, alternatifnya adalah sistem elearning  Aplikasi berbasis web, computer based training, atau learning management system. Dimana hasil yang didapat dari penelitian ini adalah , pada sistem elearning ini terdapat fasilitas materi pelajaran, mailing list, group, email, link dan chating . Lisensi yang digunakan open source dan tampilan yang diinginkan inovatif, userfriendly, atraktif dan mudah dipelajari. Maka dari itu sistem yang paling tepat diimplementasikan adalah aplikasi E-learning berbasis web. Hasil dari penelitian ini telah didukung oleh pendapat responden yang mengisi kuesioner.

Judul                     :

Pengembangan Media Pembelajaran Online (E-Learning) Pada Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan (SMK) Kikil Arjosari Pacitan

Penulis                 :

Rosa Apriyanti, Sukadi,S.Kom

Sumber                 :

http://ijns.org/journal/index.php/ijns/article/download/91/90

                Tema yang diangkat dalam jurnal ini adalah mengenai pengembangan media pembelajaran online (E-learning) pada SMK Kikil Arjosari Pacitan. Hal yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini adalah kurangnya penyampaian materi dan perlunya penambahan referensi dalam e-learning sebelumnya di SMK ini. Saat penulis melakukan observasi, hasil yang didapat adalah , sepenuhnya proses belajar mengajar hanya dilakukan di dalam kelas , yang memungkinkan tidak terjadinya proses belajar mengajar jika siswa atau guru tidak ada.  Selain itu di SMK ini belum ada sarana mengenai pengelolaan penyebaran seperti artikel , makalah ,dll. Di samping itu siswa pun merasa jenuh akan pembelajaran yang hanya dilakukan dikelas saja. Sehingga penulis melakukan penelitian dengan tujuan pengembangan media pembelajaran online untuk meminimalisir kesulitan para siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Pada pembuatan aplikasi ini penulis menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka dan analisis.

                E-learning adalah aplikasi internet yang dapat menghubungkan antara pendidik dan peserta didik dalam sebuah ruang belajar online. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru SMK dapat di ambil kesimpulan bahwa pendidik dan peserta didik yang memiliki karakteristik berbeda-beda harus menjadi satu kesatuan, dimana pendidik memiliki tanggung jawab untuk pengaturan proses belajar untuk mengarahkan penguasaan peserta didik  mengenai kompetensi yang ada.

Penulis melakukan analisis studi kelayakan dimana masalah-masalah yang ada dalam kegiatan belajar mengajar  . Didapatkanlah  hasil bahwa hal yang menghambat proses belajar siswa adalah, sulitnya siswa dalam memperoleh materi pelajaran, dikarenakan biaya. Selain itu sulitnya guru untuk memberi tugas atau ulangan terutama saat guru berhalangan hadir. Maka dari itu media pembelajaran online (e-learning) ini dibutuhkan untuk memecahkan masalah tersebut.

                Dalam tampilan e-learning ini terdapat beberapa halaman diantaranya halaman utama pengunjung , halaman utama jurusan, halaman login siswa , halaman utama siswa, halaman kelas siswa, halaman mata pelajaran, materi, informasi kuis dan banyak fitur lainnya yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.

Judul                     :

Pengembangan Metode Pembelajaran Online Berbasis E-Learning (Studi Kasus Mata Kuliah Bahasa Pemrograman)

Penulis                 :

Budi, Brian Nurjayanti

Sumber                :

http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/66435/Budi%20-%20Pengembangan%20Metode%20Pembelajaran%20Online%20Berbasis%20E-Learning.pdf?sequence=1

                Hal yang diangkat dalam jurnal ini adalah mengenai pengembangan metode belajar online berbasis e-learning yang diimplementasikan pada mata kuliah bahasa pembrograman pada program diploma IPB. Hal yang melatarbelakangi dari persoalan itu  adalah beragamnya kompetensi mahasiswa dalam menggunakan bahasa pemrograman, dan dapat dikatakan motivasi siwa dalam mengikuti matakuliah ini masihlah rendah.

Semakin berkembangnya teknologi, proses pembelajaran menjadi lebih mudah dilakukan. Belajar hanya mengandalkan tatap muka dosen dan mahasiswa itu belumlah cukup. Maka dari itu sistem  pembelajaran yang memanfaatkan teknologi merupakan solusinya. Dimanapun, kapanpun, kita dapat belajar. Sistem pembelajaran dengan metode e-learning dirasa perlu diimplementasikan untuk melengkapi metode konvensional (tatap muka) untuk memotivasi mahasiswa.

Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode pembelajaran berbasis e-learning, melakukan sosialisasi metode e-learning, menganalisi preferensi mahasiswa terhadap metode pembelajaran e-learning dikaitkan dengan atribut-atribut e-learning dan memberikan rekomendasi penerapan metode e-learning berdasarkan analisa preferensi mahasiswa. Pengembangan metode pembelajaran online berbasis e-learning ini ditujukan untuk mahasiswa diploma mahasiswa program keahlian teknik computer. Pengembangan content Bahasa pemrograman berbasis e-learning ditujukan untuk penyajian materi selengkap-lengkapnya.

Metode analisis data yang dilakukan adalah analisis data secara menual saat proses pendaftaran user , dengan acuan absen kehadiran dapat dipantau dengan melihat item data nomor induk mahasiswa. Untuk mengukur efektifitasan dari pengembangan course content berbasis e-learning, dilakukan penyebaran kuesioner agar di dapat saran dan kritik mengenai alternative pembelajaran ini. Analisis data secara otomatis saat kegiatan ujian online dengan perolehan nilai mahasiswa.

Hasil yang didapat setelah kegiatan itu dilakukan adalah pada mahasiswa yang telah mengetahui e-learning dan telah melaksanakan ujian online , 58 %  menyatakan metode e-learning memberikan kemudahan belajar mahasiswa untuk mendapatkan materi secara online dan mengumpulkan tugas. Disamping itu ada kendala yang dihadapi dalam pengembangan metode pembelajaran online berbasis e-learning ini yakni koneksi internet harus bersifat dedicated line agar tidak ada gangguan saat user banyak mengakse aplikasi ini, disamping itu aplikasi ini harus diperkenalkan secara bertahap kepada direktorat program diploma .

 

Judul                     :

Pengembangan Sistem E-Learning yang Adaptif untuk Pelatihan dan Tes TOEFL

Penulis                 :

Sofian Arifianto, Muchammad Husni dan Erina Letivina Anggraini

Sumber                 :

http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/download/632/357

              Jurnal ini membahas mengenai pengembangan sistem e-learning yang diaplikasikan untuk pelatihan dan test toefl. Hal yang melatarbelakangi penulis untuk mengangkat topic ini ialah lamanya peserta tes untuk mengetahui hasil dari tes toeflnya karena kebanyakan toefl dilakukan secara manual dengan kertas. Hal ini membuat penulis ingin memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan sistem e-learning.

                      Dalam sistem e-learning  toefl ini akan dibuat  dua bagian tes, prestest dan posttest. Pada Pretest  sistem menganalisis kelemahan user berdasarkan nilai tes. Sedangkan pada posttest , hak akses untuk melakukan tes diperlukan sebuah pin. Dengan dibagi nya sistem ini membuat user menjadi lebih focus pada kelemahan bagian tes yang dimilikinya dan dapat memantapkan lagi dalam pengerjaan toefl kedepannya. Dasar teori yang digunakan penulis adalah Fushion Chart (komponen pemetaan dalam basis flash yang dapat digunakan untuk merender data dalam bentuk animasi grafik), Dukeos (e-learning environment dan web aplikasi yang mengatur course dan juga merupakan collaboration tool), TOEFL (Test OF English as a Foreign Language yakni suatu standar kemampuan Bahasa inggris seseorang secara tertulis).

                 Rancangan sistem yang akan dibuat ini memanfaatkan LMS . sistem ini memeliki 2 tes pada daftar trainingnya. Gambaran dari skema yang dibuat penulis, pada halaman utama , user diminta untuk login , lalu user dihapakan pada 2 halaman tes. Pretest dan posttest. Apabila user merupakan user baru atau belum lulus pada pretest maka halaman posttest tidak dapat dibuka. Monitoring pretest menunjukan hasil dari pretest yang dilakukan user.

                Uji coba yang dilakukan diantaranya, admin menambahkan soal dengan tipe*.xls, lalu admin melakukan monitoring. Admin bisa melihat semua data hasil tes, memiliki hak akses untuk mengaktifkan pin dari user tersebut.  Untuk user, user hanya memiliki hak akses untuk melakukan pretest dan bisa melihat progress yang didapat selama melakukan pretest, lalu melakukan posttest jika pretest telah lolos.

              Kesimpulan yang dapat diambil dari uji coba ini adalah, sistem bisa memberi batasan kepada user, sistem mampu menganalisis kelemahan pada course pretest, user bisa memonitor nilai yang dia dapat.

Judul                     :

Sistem Penilaian Otomatis Kemiripan Kalimat Menggunakan Syntactic-Semantic Similarity Pada Sistem E-Learning

Penulis                 :

Deddy Winarsono, Daniel O Siahaan,  Umi Yuhana

Sumber                 : http://kursor.trunojoyo.ac.id/wpcontent/uploads/2012/02/vol5_no2_p1.pdf

                Dalam jurnal ini penulis mengangkat tema mengenai sistem e-learning yang diaplikasikan pada sistem penilaian otomatis kemiripan kalimat menggunakan syntactic-semantic similarity.  E-learning digunakan dengan jumlah mahasiswa yang banyak sangat diperuntukan untuk sistem penilaian otomatis pada jawaban dari soal e-learning. Sistem penilaian otomatis pada jawaban pendek harus konsisten, konsumsi waktu dan biaya yang kecil. Kemiripan string adalah sebuah nilai yang harus ditunjukan hubungan arti antar dua string. Masing-masing string memiliki beberapa akronim. Kemiripan sintatik kata adalah menghitung nilai kemiripan antar dua kata berdasarkan struktur huruf penyusun kata. Sedangkan kemiripan arti antar kalimat adalah menghitung nilai kemiripan arti dua kalimat berdasarkan arti keseluruhan kalimat.

                Nilai kemiripan diasumsikan pada rentang 0 hingga 1 yang artinya nilai 1 untuk nilai maksimum yang menunjukkan bahwa dua kata dapat disebut identik. Penelitian ini merancang suatu metode untuk menyelesaikan permasalahan  menghitung kemiripan kalimat secara sintatik dan semantic dengan mengenali struktur kalimat terlebih dahulu.

                Penulis membahas mengenai kemiripan sintatik dan semantic. Teknik yang digunakan untuk menghitung kemiripan kata secara sintatik menggunakan algoritma Levenshtein distance. Algoritma ini menghitung kemiripan antar kata berdasarkan total biaya terkecil dari transformasi salah satu kata menjadi kata lain dengan menggunakan edit-rules, yaitu penambahan karakter, penggantian karakterdan penghapusan karakter. Teknik untuk menghitung kemiripan semantic antar kalimat adalah menghitung kemiripan arti tiap kata dengan seluruh kata pada kalimat lain. Sistem penilaian otomatis dengan masukan kalimat jawaban yang tersimpan pada tabel jawaban dan masukan kalimat rinci jawaban dari tabel kunci jawaban. Kalimat jawaban mahasiswa dan kunci jawaban diproses tokenizing , POS tagging dan parsing, pengukuran kemiripan kalimat dan penilaian. Nilai hasil ujian disimpan ke tabel hasil ujian pada sistem e-learning.

                Implementasi sistem penilaian otomatis menggunakan metode syntactic-semantic similarity terdiri dari beberapa bagian yaitu tokenizing, POS tagging dan parsing, measuring similarity kalimat dengan menggunakan metode synsemsim menghasilkan matrix similarity. Hasil uji coba dengan menggunakan metode synsemsim  mengambil nilai terbaik antara sintatik dan semantic. Apabila nilai kemiripan kata yang dihasilkan metode sintatik lebih baik dari pada semantic maka nilai sintatik yang dugunakan pada matrix similarity.

                Dari penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa kelebihan metode synsemsim adalah membandingkan dua kalimat dengan struktur yang mirip, sedangkan kelemahannya adalah membandingkan kalimat majemuk yang banyak mengandung kata stopword.

Judul                     :

Pembangunan Aplikasi E-Learning Di SMA Negeri 4 Tasikmalaya

Penulis                 :

Irham Saefful Rohim

Sumber                :

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/648/jbptunikompp-gdl-irhamsaefu-32382-12-20.unik-a.pdf

                Dengan berkembangnya teknologi , tidak dielakan bahwa proses belajar mengajar mulai berbasis teknologi infromasi. Salah satunya mengenai konsep e-learning. Dengan e-learning, proses belajar mengajar  dapat dilakukan menggunakan sarana internet, intranet atau media jaringan computer lainnya.  SMAN 4 Tasikmalaya merupakan salah satu SMA terbaik di kota Tasikmalaya yang berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang teknologi informasi. Hal ini terlihat karena SMAN 4 ini telah memiliki sistem informasi akademik.  Namun untuk proses belajar masih menggunakan cara konvensional dengan kata lain proses belajar harus dilakukan secara tatap muka. Namun disini terdapat suatu permasalahan yakni jika siswa atau guru berhalangan hadir maka akan terhambat penyampaian materi yang akan berdampak pada nilai siswa. Selain itu kepala sekolah sulit untuk memantau kegiatan para guru dan siswa karena belum adanya media untuk menampilkan informasi itu. Maka dari itu dibuatlah suatu aplikasi e-learning berbasis web untuk memecahkan masalah yang ada.

                Dalam jurnal ini penulis melakukan analisis sistem yang terdiri dari analisis masalah (kurang maksimalnya proses belajar dikelas karena terbatasnya waktu sehingga materi tak seutuhnya tersampaikan, kurangnya referensi, terkadang ada siswa yang tidak nyaman untuk bertanya langsung pada guru), analisis prosedur yang sedang berjalan (prosedur pemberian materi pelajaran saat guru hadir, prosedur pemberian materi pelajaran saat guru tidak hadir, prosedur pemberian tugas saat guru hadir, prosedur pemberian tugas saat guru tidak hadir, prosedur pelaksanaan ulangan/kuis, dan lain-lain), analisis kebutuhan non fungsional ( analisis kebutuhan untuk menentukan spesifikasi masukan, proses dan keluaran pada sistem), analisis perangkat keras yang digunakan( kriteria yang harus dimiliki perangkat keras ; prosesor dengan kecepatan 1,0 GHz, VGA card minimal 512 Mb, dst), analisis perangkat lunak (kriteria perangkat lunak yang harus dimiliki ; sistem operasi menggunakan windows xp, web browser mozila firefox, dst).

                Dari hasil analisis terciptalah sebuah perancangan aplikasi yang akan dibangun. Aplikasi web e-learning ini dapat memberikan kemudahan dan keleluasaan pada guru dalam melakukan aktifitas pembelajaran seperti pemberian tugas, materi dan latihan soal. Siswa dapat melakukan pengunduhan materi serta latihan soal bahkan dapat mengumpulkan tugas dimanapun dan kapanpun selama ada koneksi internet, dan yang lebih pentingnya aplikasi ini memfasilitasi interaksi pembelajaran baik diluar maupun didalam kelas tanpa terbatas oleh waktu.

Judul                     :

Implementasi E-Learning Dengan Integrasi Video Conference Berbasis Web

Penulis                 :

Achmad Affandi, Gatot Kusraharjo, Nirwan Adhiatma

Sumber                 :

http://javajournal.its.ac.id/index.php/javajournal/article/viewFile/21/21

                Pada kurikulum pendidikan saat ini yang menjadi center learning bukan lagi teacher melainkan student. Hal ini membutuhkan adanya adaptasi dari seluruh civitas akademika di Indonesia untuk menerapkan sistem tersebut. Permasalahan yang ada, kesempatan untuk mendapat hak akses tidaklah merata. Penggunaan internet sebagai pusat pustaka untuk menambah ilmu , memakan biaya yang cukup mahal pada daerah-daerah tertentu. Untuk memecahkan masalah tersebut diimplementasikanlah e-learning yang saat ini telah dilakukan secara bertahap. Namun terdapat suatu keterbatasan dalam pertukan informasi, yakni hanya terdapat 2 tindakan yang dapat dilakukan melihat dan mengucapkan.  Sedangkan untuk melakukan belum mampu diimplementasikan. Untuk memecahkan masalah ini penulis ingin mengusulkan sebuah metode penerapan e-learning dengan integrasi video conference berbasis web sebagai solusi belajar jarak jauh dalam dunia pendidikan.

                E-learning memiliki potensi untuk memberikan informasi yang tepat kepada orang yang tepat tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Blended learning merupakan peleburan dari pembelajaran di dalam ruangan dan diluar ruangan. Sebuah LMS mendorong pembelajaran dengan perintah tertentu pada masing-masing kursus. Dalam penelitian ini penulis akan membuat kita mempelajari moodle. Moodle merupakan aplikasi yang dapat mengubah suatu media pembelajaran ke dalam bentuk web. Dengan informasi ini kita akan siap untuk memutuskan moodle yang bagaimana yang terbaik untuk merencanakan situs online belajar. Metode synchronous dapat dilakukan dengan teknologi berbasis web seperti web-conferencing, namun metode belajar snkron ini memiliki kekurangan yakni pemakaian bandwith yang besar.

                Implementasi dan perancangan dilakukan secara bertahap yang dijelaskan melalui flowchart. Sistem e-learning dengan integrasi video conference ini mengunakan 2 buah computer server, I switch, dan computer user. Metode sinkronisasi pada penelitian ini terbagi menjadi dua yakni proses pertama dijalankan pada server LMS untuk mendapatkan database lalu proses kedua memasukan database ke server video conference.

                Hasil yang didapat dari analisis ini menunjukan bahwa peningkatan end to end delay ketika komunikasi terus bertambah diakibatkan antrian data video pada pusat multi controlling unit. End to end delay berkurang seiring dengan peningkatan bandwith. Sistem integrasi video conference dan LMS sudah memenuhi standar dari pembelajaran jarak jauh. Rekomendasi performansi video conference dengan parameter nonteknis (MOS) mendapatkan hasil baik.

Judul                     :

Analisis Dan Perancangan E-Learning Di El Rahma Education Centre Dengan Metode TCUID

Penulis                 :

Komang Sukarta Seno, Yesi Novaria Kunang, Susan Dian

Sumber                : http://eprints.binadarma.ac.id/351/1/jurnal%20ANALISIS%20DAN%20PERANCANGAN%20ELEARNING%20DI%20EL%20RAHMA%20EDUCATION%20CENTRE%20DENGAN%20METODE%20TCUID.pdf

                Penerapan e-learning dalam proses pembelajaran membuat peserta didik menjadi lebih mandiri karena dapat belajar sendiri dengan membaca materi yang ada pada e-learning juga membuat peserta didik menjadi lebih aktif karena mereka dapat bertanya pada pengajar secara online (tanpa tatap muka) tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. El rahma education ingin mengkombinasikan pembelajaran secara tatap muka dengan pembelajaran elektronik sehingga meningkatkan interaksi peserta didik dengan pengajar. Berdasarkan penjelasan diatas penulis akan membahas mengenai analisis dan percangan e-learning untuk menunjang sistem pembelajaran di el rahma education centre dengan metode task centred user interface design.

                Komponen dari task centred user interface design(TCUID) terdiri dari identifikasi, desain, dan evaluasi. Pada bagian identifikasi , pengguna dan tugas akan dianalisis , untuk apa sistem dibuat dan bagaimana cara pengguna melakukan tugasnya dalam sistem dan pembuatan scenario secara rinci mengenai tugas pengguna dalam sistem. Pada bagian desain, dipilihlah tugas-tugas yang mendukung untuk dijadikan tujuan utama pengguna menggunakan sistem, pembuatan storyboard untuk memudahkan perancangan desain lalu membuat prototypenya. Dan yang terakhir evaluasi, dijalankan task untuk menguji desain dan diujikan langsung pada pengguna.

                Penulis menyimpulkan hasil dari analisis yang dilakukan didapatkan 9 task yang dibutuhkan dalam sistem e-learning ini yakni, task log in, task peserta, task forum, task matakuliah, task upload, task materi, task buat tugas, task input nilai , task ubah profil dan task log out.

                Penerapan TCUID memakan waktu yang lama sebab banyaknya interaksi yang dilakukan dengan pengguna, namun sangatlah tepat diterapkan untuk pengembangan sistem e-learning karena mengedepankan aspek pengguna dalam perancangannya.

 

 

Judul                     :

Aplikasi E-Learning Berbasis Web Dengan Menggunakan Atutor

Penulis                 :

Yuli Maharetta Arianti, Krisedho Yogisa

Sumber                 :

http://www.gunadarma.ac.id/library/abstract/gunadarma_10106788-ssm_filkom.pdf

                Pada jurnal ini, topic yang diangkat adalah mengenai e-learning. E-learning merupakan proses pembelajaran melalui media elektronik tanpa tatap muka karena dilakukan secara online. Hal ini dapat mempermudah peserta didik dalam belajar tanpa dibatasi waktu seperti saat belajar dikelas. E-learning pada saat ini banyak yang berbasis web , dengan menyediakan upload materi oleh instruktur dan fasilitas download materi untuk peserta didik. Pembuatan aplikasi ini menggunakan perangkat lunak Atutor. Atutor ini dapat dijalankan tanpa koneksi internet karena servernya local.

                Atutor merupakan media e-learning yang tampilannya user-friendly dengan fasilitas-fasilitas yang dapat ditambahkan jika dibutuhkan. Atutor bisa dijadikan pilihan e-learning yang handal karena berbagai kelebihan dan kelengkapan fasilitasnya.             Perancangan aplikasi ini diuijicobakan untuk materi pembelajaran matakuliah analisis dan perancangan sistem informasi, dengan struktur navigasi sebagai berikut, halaman login,halaman file storage, halaman test&survey, halaman group, halaman blog dan pembuatan tugas pada group.

                Dengan adanya aplikasi e-learning berbasis web ini membuat peserta didik dan pengajar dapat berkomunikasi mambahas materi di dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran melalui komentar yang diberikan. Selain itu dengan adanya pengiriman tugas secara langsung oleh peserta didik membuat proses pembelajaran menjadi efektif dan efisien.

Judul                     :

Pembangunan E-learning di SMA Negeri 2 CIMAHI

Penulis                 :

Fany Yurisagita

Sumber                :

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/637/jbptunikompp-gdl-fanyyurisa-31810-1-unikom_f-r.pdf

                Dalam proses pengajaran , penyampaian materi dapat menggunakan media teknologi yang biasanya digunakan adalah slide powerpoint. Hal ini dapat membuat guru sulit untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Masalah ini dialami oleh siswa SMA Negeri 2 Cimahi. Dengan adanya perkembangan informasi, menjadikan dunia pendidikan mudah didapat. Maka dari itu dibangunlah aplikasi e-learning untuk meningkatkan pemnafaatan teknologi informasi di lingkungan sekolah.

                E-learning merupakan pembelajaran yang memanfaatkan internet sebagai media belajar. E-learning ini dijadikan media untuk pembelajaran jarak jaun (distance learning). Jika dahulunya e-learning terkesan pasif , sekarang dengan beberapa tahapan hal ini dirombak, diperbaiki agar terkesan aktif dengan adanya fasilitas forum, chatting membuat suasan belajar menjadi aktif. E –learning terbagi menjadi 2 tipe synchronous training (seperti pelatihan di ruang kelas, namun kelasnya bersifat virtual) dan asynchronous training(pelatihan yang terpimpin , namun peserta dapat pula berdiskusi).

                Penelitian yang dilakukan menggunakan metode pengumpulan data dengan 3 jenis tahapan, ykni studi literature, observasi,dan wawancara. Metode yang digunakan dalam pembangunan aplikasi ini adalah metode waterfall . Pengujian sistem ini menggunakan metode pengujian secara black box, yakni pengujian berfokus pada persyaratan fungsionalitas.

                Hasil yang didapat dalam pengujiannya adalah aplikasi dapat mempermudah guru dalam pemerikasaan hasil ujian yang dilakukan siswa, dalam proses belajar mengajar, dalam mengetahui tingkat kemampuan siswa, mempermudah komunikasi anata guru dan siswa, mempermudah siswa untuk mendapatkan referensi materi pelajaran, kepala sekolah dapat memonitoring hasil ujian siswa dan lain-lain.

Review Materi Management File dan Linux File Permissions

Halo kawan-kawan semua, disini saya akan berbagi materi mengenai Management File dan Linux File Permissions, semoga bermanfaat :).

Manajemen File dan Direktori di Linux

Perintah  Linux dasar untuk memanipulasi file dan direktori, antara lain:

a. Melihat daftar konten direktori

Untuk melihat nama direktori dimana anda sedang berada, command yang digunakan adalah pwd. jika anda ingin melihat isi direktori , maka ketikan command ls. Jika yang anda ingin menampilkan daftar direktori dengan format panjang, maka ketikan ls-al.

Contoh :

$ ls -al

total 24

drwxrwxr-x. 2 user group 4096 2009-08-11 21:21 .

drwx——   . 35 user group 4096 2009-08-12 10:55 ..

Kolom pertama menunjukan jenis file dan perizinan, kolom kedua menunjukan jumlah link, kolom ketiga menunjukan pemilik file, dan kolom ke empat menunjukan kelompok pemilik file. Kolom lain untuk menunjukan ukuran file.

Karakter pertama menunjukkan :

  • d = directory
  • –  = regular file
  • l = symbolic link
  • s = Unix domain socket
  • p = named pipe
  • c = character device file
  • b = block device file

9 karakter berikutnya menyatakan perizinan. Dibagi menjadi 3 grup, tiap grup 3 karakter mewakili: read, write, dan execute. Karakter tersebut mudah untuk diingat, diantaranya :

  • r = read permission
  • w = write permission
  • x = execute permission
  • –  = no permission

b. Menyalin, memindahkan, atau menghapus file dan direktori

  • cp->           Untuk menyalin file atau copy.

Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2: $ cp <file1> <file2>

  • mv

Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktori tersebut.

  • rm

Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktori. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file.

Ada beberapa pilihan yang berguna untuk perintah cp dan mv:

  • -f atau –force àMemungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.
  • -i atau –interactive àAkan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.
  • -b atau –backup àAkan membuat cadangan dari file yang akan diganti

c. Manipulasi banyak file dan direktori secara rekursif

Menghapus file atau direktori secara rekursif

Jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus, kita bisa menggunakan perintah rm dengan tambahan -r (atau -R atau –recursive)

$ rm -r d1

 d. Menggunakan perintah find untuk mencari berdasarkan file

  • find

Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan.

e. Kompresi dan dekompresi file menggunakan gzip dan bzip2

  • gzip

Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana:  $ gzip <namafile> . Tambahkan -d untuk dekompresi , $ gzip -d <namafile>.gz

  • bzip2

Untuk  mengkompresi file :  $ bzip2 <namafile>, sedangkan untuk dekompresi file $ bunzip2 <namafile>.bz2

Berikut daftar command dasar manajemen file :

Capture

Linux File Permission  

Sistem Operasi Linux bekerja secara multiuser. Untuk mencegah terjadinya akses-akses ilegal terhadap file yang dimiliki oleh user tertentu, maka pada linux dibuat status izin akses file dimana setiap file memiliki informasi untuk mengatur siapa saja yang berhak untuk membaca, menjalankan atau mengubah file tersebut. Ketika sebuah file atau direktori dibuat, maka file atau direktori tersebut kepemilikikannya akan melekat pada suatu user dan group tertentu. Hak akses tersebut menjamin tidak semua user dapat mengakses file dan direktori secara bebas.

Secara garis besar file permission dibagi menjadi tiga yaitu:

  • User
  • Group
  • Other

Setiap file atau folder di system file memiliki tiga atribut yaitu owner, group, dan mode. Owner adalah id dari user pemilik file atau folder tersebut. Group adalah gid dari grup dimana user pemilik file atau folder tersebut terdaftar. Mode adalah sederetan angka 0 dan 1 untuk menyatakan flags akses terhadap suatu file atau folder.

Dalam Linux ada 3 Hak Akses atau perizinan File dan Direktori, yaitu :

  • r untuk read

Berkas  dapat ditampilkan/dibuka isi direktori dari ditampilkan

  • w untuk write

Berkas dapat disunting atau dihapus isi direktori dari dimodifikasi

  • x untuk execute

Berkas eksekusi dapat dijalankan sebagai program direktori dapat dimasuki file management.

Berikut merupakan penjelasan dari properti sebuah file
m
Untuk melihat sebuah permission settings sebuah file gunakan perintah berikut ini :

1 -rw-rw-r– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

2 -rw-rw-r– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

Kita dapat mendefinisikan dari properti dari hasil perintah di atas :

  • file “nama_file” merupakan sebuah file milik user
  • user memiliki hak akses untuk membaca dan menulis / mengedit file
  • file ini juga merupakan milik dari group user
  • anggota dari group user juga dapat membaca dan mengedit file ini
  • selain user dan gruop hanya bisa membaca dan tidak dapat melakukan editing terhadap file ini.

chmod
perintah chmod digunakan untuk mengubah properti sebuah file atau folder, untuk menggunakan kita harus memastikan secara tepat setting file permission yang akan diberikan. ada 2 cara untuk melakukan settingan file permision :

  • Modus Symbolic

modus symbolic ini cukup mudah diingat. karena dapat menentukan hak akses untuk user (u), group (g), others (o) dan untuk ketiganya (a). kemudian dapat menambahkan permission (+), hapus permission (-), atau menghapus hak akses sebelumnya dan menambahkan yang baru (=). berikutnya untuk permission read (r), perizinan write (w), dan untuk execute (x).Contoh untuk menghapus semua permission tapi menambahkan read untuk semuanya:

1 user@kpli_palu:~$chmod a=r nama_file

2 user@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -r–r–r– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

Contoh untuk menambahkan execute permission untuk group :

1 user@kpli_palu:~$chmod g+x nama_file

2 user@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -r–r-xr– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

Contoh untuk menambahkan write dan execute permission secara bersamaan untuk user:

1 user@kpli_palu:~$chmod u+wx nama_file

2 user@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -rwxr-xr– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

  • Modus Numeric

Modus  lain dimana chmod bisa digunakan ialah dengan modus numerik. dalam modus numeric ini permission file bukanlah huruf, melainkan tiga digit oktal.

4 = read (r)
2 = write (w)
1 = execute (x)
0 = no permission (-)

Untuk menambahkan permission, kita tinggal menambahkan angka yang sesuai dengan angka yang di atas. sebagai contoh, hak akses rwx maka 4+2+1 = 7, rx maka 4+1 = 5 dan rw maka 4+2 = 6. untuk pengaturan user, group, dan others, tinggal menomorkan tiga digit yang mewakili hak akses kelompok.contoh menambahkan read dan write pada user dan read pada group :

1 user@kpli_palu:~$chmod 640 nama_file

2 user@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -rw-r—– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

  • Contoh menambahkan read,write dan execute pada user sedangkan group dan others hanya bisa read dan execute :

1 user@kpli_palu:~$chmod 755 nama_file

2 user@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -rwxr-xr-x 1 wawan wawan 5 2011-10-02 12:03 nama_file

  • Keterangan modus numberic :

0 = —
1 = –x
2 = -w-
3 = -wx
4 = r–
5 = r-x
6 = rw-
7 = rwx

Referensi :

http://pemula.linux.or.id/pengguna/command.html

http://palu.linux.or.id/2013/02/permission-file-linux/#more-226

http://syntaxerror.web.id/perintah-dasar-linux.htm

Modul Praktikum Sistem Operasi  Materi Manajemen File dan Direktori , UPI
Modul Praktikum Sistem Operasi  Materi Linux File Permission , UPI

Resume Seminar mengenai Applying Research to Our Teaching Of ICT oleh Prof. Bruce waldrip

Seminar dilaksanakan di Auditorium FPMIPA (JICA) UPI pada tanggal 7 November 2013, dimana pematerinya adalah Prof. Bruce Waldrip dari Monash University Australia. Tema pada seminar kali ini mengenai “Applying Research to Our Teaching of ICT”. Berikut resume nya.

Kunci Penelitian terbaru

  • Representasi
  • isi pengetahuan pedagogis
  • Argumentasi
  • Penalaran
  • Suara siswa dalam belajar
  • Personalisasi pembelajaran
  • Penilaian untuk belajar

1

Theory of ICT Pedagogy

  • TPAC , 2006
  • Robert, 1996
  • Zhu & Kaplan, 2006

2

Komputer dan Pembelajaran

Prinsip :

  • Bekerja sebagai kelompok ( kolaborasi )
  • Urutan Pengajaran berdasarkan serangkaian tantangan
  • Tantangan yang dibahas eksplisit.

Integrasi Teknologi dapat membuat :

  • Perubahan cara anda mengajar
  • Perubahan cara anda berinteraksi dengan siswa anda
  • Perubahan harapan yang anda miliki untuk siswa anda
  • Anda  memberi pilihan yang lebih untuk menyajikan bahan mengajar
  • Anda memberi kebebasan dan  benar-benar melakukan yang terbaik untuk mengajar

Respon langsung audiens

Sebuah aplikasi serupa tetapi lebih sederhana , adalah MOARS (Mobile Audience Response System ) . MOARS adalah sistem open source gratis bagi siswa untuk digunakan dengan ipod touch atau iphone .

Penggunaan teknologi informasi

  • Sebagai bantuan ( penguat ) , mis. pengolah kata
  • Sebagai perpanjangan atau pengganti kegiatan belajar ( actualiser ) , misalnya simulasi percobaan
  • Sebagai sarana pembelajaran dikendalikan pembelajar ( alat intelektual )

Perangkat  lunak komersial

  • Interaktif , pemecahan masalah perangkat lunak
  • simulasi Software

Riwayat penggunaan komputer sampai sekarang

  • Penekanan pada perangkat keras
  • Rendahnya kualitas individualisasi
  • Kunci interaktif

Essentials mengembangkan kelas pembangunan pengetahuan menggunakan komputer

  • Penyedia iklim sosial yang mendukung oleh siswa mengajar bagaimana merespon secara konstruktif satu sama ide-ide lain dan bekerja pada layar.
  • Fokus siswa pada masalah komunal pemahaman melalui menjawab satu sama lain mempertanyakan sebuah klarifikasi dan menyempurnakan ide.

Teknologi Informasi

  • Dapat menjadi sumber daya untuk membangun

Essentials menggunakan internet secara efektif

Langkah pencarian

  • Renungkan
  • Pilih kata kunci
  • Cari

Resume Praktikum Jaringan Komputer Mengenai Konfigurasi Wireless Access Point Linksys

1

Dalam praktikum kemarin, saya mempelajari bagaimana cara mengkonfigurasikan wireless access point LinkSys. Untuk men-setting wirelless ini kita hanya perlu masuk ke sistem dengan menggunakan web Browser seperti Mozilla Firefox, Opera, ataupun Google Chrome.

Berikut cara konfigurasinya:

  • Kita reset dulu itu akses poin dengan memencet tombol reset di bagian belakang akses poin selama 10 detik pake paper clip, biar kita yakin settingannya kembali ke default.
  • Selanjutnya setting IP laptop/PC anda dengan range yang sama dengan IP Default bawaan LinkSys. Untuk IP Default LinkSys sendiri yaitu 192.168.1.245 atau 192.168.1.1 (biasanya ada 2 versi IP). Untuk LinkSys yang saya setting ini, default IP nya menggunakan 192.168.1.245, sehingga setting IP yang satu kelas IP bawaan LinkSys tersebut. Lalu  sambungkan kabel UTP dari Laptop/PC ini ke akses point secara langsung.

2

  • Kemudian kita buka browser google chrome atau mozila atau yang lainnya.
    Lalu Ping ke alamat IP defaulnya ex : 192.168.1.1 atau 192.168.1.245.
  • Akan muncul form login. Isilah seperti format dibawah ini.

3

username : dikosongkan. password : admin.

Klik OK dan anda akan melihat tampilan halaman setting berbasis web dari accsess point sub menu Linksys.

  • Dalam Sub Menu adalah mensetting IP address Linksys dan masih banyak lainnya. Di halaman pertama  akan muncul setup Access Point, seperti gambar di bawah. Lalu ubah IP address, Subnet Mask dan Default Gateway nya. Pada kesempatan kali ini saya mengganti IP default menjadi IP kelas C. Seperti gambar di bawah. Lalu pilih save setting.

4

  • Klik pada menu Setup  untuk mengatur tipe mode koneksi.

5

Karena kita disini akan menggunakan wireless access point maka kita pilih access point. Sedikit saya jelaskan mengenai mode –mode access point yang berada pada gambar di atas.

  • Access Point

Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan.

  • AP Client

AP Client merupakan AP yang dijadikan client dari AP utama.   Jadi AP utama akan memiliki hubungan dengan AP client secara langsung, karena perannnya sebagai AP Client maka tidak ada host yang bisa melakukan koneksi langsung ke AP client sehingga hanya port-port LAN saja yang bisa bekerja.

  • Wireless Repeater

AP  Repeater  berperan  sebagai  penguat  signal  wireless.     Jika  kita  ingin mendirikan  jaringan  wireless  yang  letaknya  terlalu  jauh  (diluar  jangkauan  power) maka kita harus mendirikan AP Repeater, dengan tujuan agar signal wireless tetap stabil  sehingga  troughput  yang  dihasilkan  sesuai  dengan  harapan  yaitu  baik  dan stabil juga. AP Repeater hanya berperan sebagai penguat sehingga tidak bisa dikoneksikan oleh host secara langsung.

  • Wireless Bridge

 AP Repeater  Bridge  berfungsi  seperti  AP Repeater  yang   berperan  sebagai penguat  signal  wireless.    Perbedaannya  jika  kita  mendirikan  mode  AP  Repeater Bridge maka host bisa langsung melakukan koneksi ke AP Repeater Bridge secara wireless. dan untuk SSID yang sama meskipun ada lebih dari 1 akses point yang ada maka kita harus mengatur virtual Akses point dengan mengacu kepada SSID akses point utama.

  • Lakukan perubahan sesuai dengan setting konfigurasi pada jaringan anda, dan jangan lupa untuk mengklik pada tombol Save Settings, untuk menyimpan perubahan tersebut.

6

  • Untuk memberikan proteksi keamanan pada jaringan wireless anda, anda dapat mengaktifkan optionWireless Security dengan mengklik pada option Enabled, kemudian klik tombol Edit Security Settings untuk membuka dialog pengaturan jenis akses keamanan.

7

Pada layar tersebut, pilihlah jenis akses keamanan pada option Security Mode. Disini saya akan menjelaskan beberapa security mode yang ada.

  • WEP  (Wired Equivalent Privacy)

Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan oleh administrator ke client maupun access point, kunci tersebut harus cocok dari yang diberikan access point ke client, dengan yang di masukkan client untuk authentikasi menuju access point.

Cara memberikan password pada WEP terdiri dari 64 bit dan 128 bit dengan menggunakan format karakter Hexxadecimal dan ASCII. WEP adalah security untuk wireless yang agak lama. Jenis security ini mudah untuk dicrack atau di sadap orang luar .

  • WPA  (Wifi Protected Access)

Metoda pengamanan dengan WPA ini diciptakan untuk melengkapi dari sistem yamg sebelumnya, yaitu WEP. WPA dianggap lebih aman karena sulit ditembus dengan metode sederhana.

WPA terdiri dari dua jenis:

  • WPA

WPA ada 2 jenis, WPA radius dan WPA / PSK. WPA-PSK adalah security yang lebih update dari WEP. WPA-PSK mempunyai decryption yang ada pada WEP. Tetapi ia menambahkan security yang lebih pada wireless anda. WPA-PSK masih bisa dicrack atau disadap, tetapi mengambil masa lebih lama dari WEP. Panjang key adalah 8-63, anda boleh memasukkan sama ada 64 hexadecimal atau ASCII(seperti biasa).

  • WPA2

WPA2 ada 2 jenis yakni WPA2 radius dan WPA2 / PSK. WPA radius lebih aman,dibutuhkan 1 buah server  tambahan  yang bertugas melayani permintaan autentifikasi  yang diberikan oleh server radius.WPA2-PSK adalah security terbaru untuk wireless, dan lebih bagus dari WEP dan WPA-PSK, tetapi masih bisa untuk dicrack atau disadap tetapi sangat memakan banyak waktu.  Dalam WPA2-PSK ada dua jenis decryption, Advanced Encryption Standard (AES) dan Temporal Key Integrity Protocol (TKIP). TKIP banyak kelemahan oleh itu lebih baik anda gunakan AES. Panjang key adalah 8-63, anda boleh memasukkan sama ada 64 hexadecimal atau ASCII(seperti biasa).

Jika anda memilih option WEP maka pada option WEP Encryption pilihlah128 bits 26 hex digits untuk membuat kombinasi enkripsi sebanyak 26 digit. Pada bagian Passphrase, anda dapat memasukkan sembarang kata, kalimat yang anda inginkan kemudian dengan mengklik pada tombol Generate, maka kombinasi enkripsi akan dibuat berdasarkan Passphrase yang telah anda isikan sebelumnya. Ataupun anda bisa juga mengosongkan Passphrase dan memasukkan 26 kombinasi angka dan huruf yang anda inginkan.

  • Agar tidak setiap PC dapat terkoneksi dengan jaringan yang kita buat, maka aturlah system keamanan wirelessnya. Pilih tab Wireless dan pilih tab Wireless Mac Filter.

8

  • Pilih Enable, lalu pilih prevent only pcs listed to access the wireless network. Artinya kita membuat list pc yang tidak diperbolehkan terkoneksi dengan jaringan yang kita buat. Sedangkan untuk permit only only pcs listed to access the wireless network. Artinya kita membuat list pc yang boleh mengakses jaringan yang kita buat.
  • Klik edit mac filter list.

9

Isilah kolom-kolom dengan mac address PC. Bagaimana kita mengetahui mac address pc nya? Buka CMD, lalu ketikan IPCONFIG /ALL, maka akan muncul tampilan sebagai berikut.

10

Mac address adalah physical address, dimana jika dilihat pada gambar diatas maka mac addressnya adalah 00-15-00-4F-48-E3. Masukan mac address ini pada kolom tadi. Lalu klik save.

  • Kita  akan merubah password defaultnya. Biasanya password default menggunakan “admin”.

11

Kita rubah dengan password baru , lalu pilih save setting.

12

  • Kemudian akan muncul notification lalu klik continue. Setelah itu gunakan password yang baru dan klik OK.

13

  • Beri nama Access Point pada kotak Network Name (SSID).

14

Dalam Menu Wireless kita hanya menentukan mode wireless dan SSID, dalam Wireless biasa nya kita mengenal SSID dan Wireless Mode, SSID adalah nama Wireless network yang biasa dikenal oleh orang Nama Hostpotnya. DanmWireless Mode adalah type gelombang yang digunakan. Jika  sudah selesai klik Save Setting.

Referensi :

 

Implementasi Algoritma Mutual Exclusion Menggunakan Metode Instruksi Test and Set Lock Pada Sistem Operasi .

Metode dengan instruksi test and set lock

Pada system multiprocessor, pemroses-pemroses bertindak independent. Interupsi di satu pemroses tidak mempengaruhi pemroses- pemroses lain. Pemroses- pemroses yang memakai memori bersama maka pengaksesan terhadap suatu memori dijaga pada tingkat perangkat keras agar pemroses lain tidak boleh meakses suatu lokasi yang sama disaat yang sama.

Perancang perangkat keras menyediakan instruksi-instruksi atomic yang tidak dapat di interupsi, instruksi dilaksanakan sampai selesai. Instruksi ini biasanya dilaksanakan dengan cara mengunci bus sehingga pemroses- pemroses lain tidak dapat menggunakan bus. Pemroses yang mengunci bus dengan leluasa membaca dan/atau memodifikasi suatu lokasi memori.

Instruksi-instruksi dirancang untuk menyelesaikan mutual exclusion di system multiprocessor. Beragam instruksi disediakan perancang pemroses guna membantu implementasi mutual exclusion. Di antara instruksi-instruksi itu adalah

  • tsl (test and set lock)
  • tas atau ts (test and set), digunakan IBM S/360, keluarga Motorola M68000, dan lain-lain
  • cs (compare and set), digunakan IBM 370 series
  • xchg (exchange), digunakan intel x86
  • dan sebagainya.

Instruksi tsl (test and set lock)

Instruksi ini membaca isi memori ke register dan kemudian menyimpan nilai bukan nol ke alamat memori itu. Operasi membaca isi memori dan menyimpan ke memori atomic dijamin tidak dapat diinterupsi. Tidak ada pemroses lain yang dapat mengakses memori itu sampai instruksi berakhir. Pemroses yang mengkesekusi instruksi tsl mengunci bus memori, mencegah pemroses- pemroses lain mengakses memori.

Dengan instruksi tsl, kita dapat menggunakan flag untuk koordinasi pengaksesan ke memori bersama. Ketika flag bernilai 0, proses boleh menge-set-nya menjadi 1 menggunakan instruksitsl dan kemudian masuk critical section. Ketika telah selesai dengan critical region, proses menge-set flag dengan 0.

Dengan adanya instruksi ini maka dapat dibuat prosedur

  • prosedur tsl_to_critical_section
  • prosedur tsl_leave_critical_section

prosedur-prosedur itu adalah sebagai berikut:

1

Maka program untuk mutual exclusion dengan instruksi tsl adalah sebagai berikut:

 2

Sebelum masuk critical section, proses memanggil tsl_to_critical_section yang melakukan busy waiting sampai flag terbebas. Setelah selesai dengan critical section, proses memanggiltsl_leave_section yang menyimpan 0 ke flag agar proses lain dapat memasuki critical section itu.

Metode dengan instruksi Exchange (XCHG)

Instruksi Exchange (xchg)

Instruksi xchg disediakan mesin. Intel menyediakan instruksi ini. Instruksi ini menukarkan dua isi memori. Dalam pascal instruksi itu dapat di tulis sebagai berikut:

 3

Operasi pembacaan dan penukaran itu di pandang sebagai atomik, tidak dapat disela. Instruksi dapat digunakan untuk implementasi mutual exclusion. Dengan instruksi xchg tersebut dapat dibuat

  • prosedur Xchg_to_critical_section
  • prosedur Xchg_leave_critical_section

prosedur- prosedur itu sebagai berikut:

 4

maka program mutual exclusion dengan xchg adalah sebagai berikut:

 5

Sebelum mengeksekusi seluruh proses maka flag diinisialisasi dengan nilai 0. Proses sebelum masuk critical_section, proses menge-set dengan kunci (key) proses itu sebagai 1 kemudian memanggil xchg_to_enter_section. Proses melakukan busy waiting sampai terbebas. Selesai dengan critical section, proses memanggil xchg_leave_critical_section menukarkan nilai 0 ke flag agar proses lain dapat memasuki critical section itu.

Karakteristik Pendekatan dengan Instruksi Mesin

Penggunaan instruksi mesin untuk memaksakan mutual exclusion mempunyai keunggulan dan kelemahan.

Keunggulan

  • sederhana dan mudah di verifikasi.
  • Dapat diterapkan ke sembarang jumlah proses baik di pemroses tunggal maupun banyak pemroses yang memakai memori bersama.
  • Dapat digunakan untuk mendukung banyak critical region, masing-masing critical region didefinisikan dengan suatu variable.

Kelemahan Serius

  • Merupakan metode dengan Busy waiting, sangat tidak efisien. Selagi proses menunggu memasuki critical region, proses berlanjut mengkonsumsi waktu pemroses.
  • Adanya busy waiting memungkinkan deadlock dan startvation.

Dampak Adanya Busy Waiting

Metode metode dengan busy waiting mempunyai keterbatasan yaitu tidak dapat diterapkan pada system dengan penjadwalan berprioritas. Pada system – system dengan penjadwalan berprioritas, metode dengan busy waiting dapat menimbulkan deadlock.

Aturan penjadwalan berprioritas selalu menjadwalkan proses – proses berprioritas lebih tinggi di antrian proses Ready.

Misalnya terdapat dua proses,

1.         Proses H berprioritas tinggi

2.         Proses L berprioritas rendah

Maka penjadwalan berprioritas akan selalu menjadwalkan H bila proses H Ready.

Perhatikan scenario berikut:

  • Saat L masuk critical section.
  • H menjadi Ready (yaitu operasi masukan/keluaran proses H selesai dilayani).
  • H segera dijadwalkan dan ingin masuk critical section.
  • Karena ingin masuk critical region yang telah dimasuki L maka H dalam busy waiting menunggu L keluar dari critical section.
  • Tapi karena L tidak pernah di jadwalkan saat proses H Ready yang lebih tinggi prioritasnya daripada L maka L tidak pernah berkesempatan keluar dari critical section.
  • H loop selamanya dan L tidak pernah dijadwalkan. H dan L saling menunggu. H menunggu L keluar dari critical section, L menunggu H selesai agar dapat dijadwalkan dan keluar dari critical section.
  • H dan L tidak pernah membuat kemajuan apapun setelah itu terjadilah deadlock yakni H dan L tidak membuat kemajuan apapun.

Sumber     :  http://jerseybiru.wordpress.com/?s=mutual

Review International Seminar On Mathematics, Science, And Computer Science Education (MSCEIS 2013)

Pemateri 1:

LIM Cher Ping (clim@ied.edu.hk)

Professor, Curriculum & Instruction

Director, Centre for Learning, Teaching & Technology

The Hong Kong Institute of Education

 

E-Portfolios in the Development of “Learning How to Learn” Competencies

  • Tujuan dan Capaian

E-Portfolio in HKIEd

ePortfolio adalah koleksi artefak digital tentang prestasi siswa yang akan menunjukkan bukti proses dan hasil belajar. Siswa diharapkan untuk mengelola dan mengatur pembelajaran mereka dengan ePortfolio.”Pembelajaran Cara Belajar”: hasil yang berkaitan untuk menjadi Pembelajaran: tahan lama, fleksibel, fungsional, digeneralisasikan dan berorientasi aplikasi.Memberdayakan siswa dalam memantau dan mengelola proses belajar mereka sendiri dan mengarahkannya.Menciptakan peluang bagi siswa dan staf untuk terlibat dalam lingkungan belajar kaya teknologi.

  • Dampak E-Portofolio

Mahasiswa mampu mendokumentasikan dan merefleksikan tugas penilaian tertangkap dalam e-portofolio mereka, dengan pelatihan siswa yang tepat mampu untuk memikul tanggung jawab / kepemilikan untuk pembangunan entri e-Portofolio mereka.Siswa mampu meng-upload bukti pekerjaan mereka, termasuk refleksi pada proses sepanjang perjalanan / Program.Mahasiswa, rekan-rekan dan staf akademik yang mampu memberikan perkembangan umpan balik, dan Siswa mampu menampilkan proses belajar dan hasil melalui media elektronik (yaitu berbasis teks, grafis, atau elemen multi-media).

  • Pelajaran  yang Didapat
    • Untuk memungkinkan staf untuk siswa perancah dengan memberikan dukungan dan umpan balik sebagai kemajuan siswa melalui pembangunan e-portofolio mereka
    • Untuk memberikan pedoman kepada siswa pada pengembangan, penyusunan dan penyerahan portofolio – siswa harus jelas kriteria isi e-portofolio yang perlu ditunjukkan.
    • Untuk melakukan lokakarya untuk mendukung siswa untuk menulis refleksi melalui penggunaan panduan reflektif.
    • Untuk mengatasi masalah waktu staf dan kecenderungan untuk meninjau dan menilai artefak dalam e-portofolio, dan
    • Untuk mengembangkan rubrik penilaian portofolio e-dikontekstualisasikan untuk kursus tertentu.
    • Pendukung Kondisi dan Sumber Daya
      • Kondisi pendukung

Kemitraan dengan staf untuk bekerja sama mengembangkan tugas penilaian dan kegiatan belajar.Dukungan sumber daya untuk belajar mandiri, dan On-akan evaluasi pelaksanaan untuk memperbaiki proses.

  • Sumber Daya pendukung

Sumber workshop untuk mahasiswa dan staf, Pedoman e-Portofolio Etika Akademik dan Privasi, Panduan Menulis reflektif, Mahara e-Portfolio Panduan Pengguna dan Tutorial Online, Disesuaikan Template E-Portofolio dan Views.

  • Tantangan dan IsuTransformasi Praktek Penilaian: Perubahan Praktek Pedagogical? Perubahan Peran Tutor dan Mahasiswa?Kepemilikan bersama Inisiatif Menuju Engagement Learner untuk Meningkatkan Hasil Belajar
    • Tujuan E-Portofolio
      • Refleksi vs Assessment
      • Manajemen Pembelajaran vs Menampilkan Belajar

 

Pemateri 2:

Prof. Zainal. A. Hasibuan, Ph.D

Faculty of Computer Science, University of Indonesia

National ICT Council

ICT Trends and Computer Science Education

ICT dalam Konteks Indonesia

  • Peran Strategis ICT untuk Indonesia
  • ICT merupakan infrastruktur penting bagi warga
  • ICT adalah pemicu bagi pertumbuhan ekonomi dan produktivitas,
  • ICT merupakan sektor strategis dan aset berharga Pemerintah.

  • ICT dan Ilmu Komputer
    • ICT – Teknologi Informasi Komunikasi adalah teknologi yang berkaitan dengan komputer, Internet, Komunikasi, dan Penyiaran (Konvergensi).
    • Ilmu Komputer adalah ilmu yang berhubungan dengan komputer.
    • Penekanan pada diskrit dan logika.
    • Apa yang menjadi ciri CS adalah gagasan dari Algoritma
      • Teknologi Informasi dan Komunikasi
      • ICT adalah alat untuk menghitung, berkomunikasi, menyiarkan, dll
      • TIK berkembang dengan cepat.
      • Penggunaan TIK bervariasi di alam.
      • Ketergantungan manusia adalah tinggi.
      • Mudah Dapatkan Usang.
      • TIK sebagai pendukung
      • TIK sebagai enabler
  • Ilmu Komputer (CS)
    • Ilmu Komputer Ditandai dengan:
      • Teoritis dan Eksperimental
      • Matematika dan Rekayasa
      • “Produk akhir” dari CS adalah ICT
      • Pendekatan interdisipliner dengan ilmu-ilmu lainnya.
  • Ilmu Terkait  Bidang Komputer

Ilmu pada umumnya (komputasi ilmiah), manajemen, Psikologi (interaksi manusia), Bisnis, komunikasi, Jurnalisme, Seni, dll

  • Pendidikan Ilmu Komputer (CSE)
    • Arah CSE

Mempersiapkan lulusan untuk mengajar K1-K12 pada penggunaan ICT.

  • Cara mengoptimalkan penggunaan ICT
  • Bagaimana ICT dapat meningkatkan kualitas hidup
  • Bagaimana ICT dapat meningkatkan produktivitas
  • Sebagian kecil dari memperkenalkan ilmu komputer (mencirikan oleh algoritma, logika, matematika, dll)
  • Topik Menarik di CSE
  • ​​Ancaman Dunia maya
  • Ancaman  Dunia maya ​​ / serangan dapat dibagi menjadi tiga dimensi.
  • Ancaman ini berpotensi menghancurkan perekonomian dan menggoyahkan keamanan negara.
  • multichannel Access
  • Berbasis ICT Pendidikan: game Berbasis Budaya

 

  • Triple-Factor Arsitektur

Arsitektur ini terdiri dari lima lapisan:

  • belajar lapisan strategi
  • lapisan belajar
  • lapisan kegiatan
  • lapisan identifikasi
  • lapisan personalisasi.

Kesimpulan

  • ICT dan CS akan terus berkembang.
  • CSE di Indonesia harus ditentukan arah nya.
  • Konteks lokal perlu dipertimbangkan.
    • konten lokal
    • aplikasi lokal
    • Fokus pada pengguna yang ditargetkan
      • K1-K12 Mahasiswa
      • Mahasiswa sarjana dan pascasarjana

Status Proses Pada Sistem Operasi Windows

Manajemen Proses Pada Sistem Operasi Windows

Halo kawan-kawan, disini saya akan menjelaskan mengenai manajemen proses dalam sistem operasi. Terlebih dahulu ,saya akan memaparkan secara umum mengenai materi ini.

Proses , apa itu proses? Disini proses adalah program yang sedang dieksekusi. Menurut Silberschatz proses tidak hanya sekedarsuatu kode program (text section), melainkan meliputi beberapa aktivitas yang bersangkutan seperti program counter dan stack. Sebuah proses juga melibatkan stack yang berisi data sementara (parameter fungsi/metode, return address, dan variabel lokal) dan data section yang menyimpan variabel-variabel global. Tanenbaum juga berpendapat bahwa proses adalah sebuah program yangdieksekusi yang mencakup program counter, register, dan variabel di dalamnya [MDGR2006].

Perbedaan antara program dengan proses adalah program merupakan entitas yang pasif, yaitu suatu file yang berisi kumpulan instruksi-instruksi yang disimpan di dalam, sedangkan proses merupakan entitas yang aktif, dengan sebuah program counter yang menyimpan alamat instruksi selanjut yang akan dieksekusi dan seperangkat sumber daya (resource) yang dibutuhkan agar sebuah proses dapat dieksekusi.

Nah teman-teman sekarang sudah tahu kan perbedaan antara proses dan program. Sekarang saya akan menjelaskan mengenai status proses.

Status Proses

Seperti halnya proses bekerja, maka proses ini pun mengalami perubahan status. Status dari sebuah proses didefinisikan dalam bagian oleh aktivitas yang ada dari proses tersebut. Status yang ada dalam proses ini diantaranya adalah:

Capture

a. new: Pembentukan suatu proses

b. running: Instruksi-instruksi yang sedang dieksekusi

c. waiting: Proses menunggu untuk beberapa event yang terjadi

d. ready: Proses menunggu untuk dialirkan ke pemroses (processor)

e. terminated: Proses telah selesai dieksekusi.

Process Control Block (PCB)

Setiap proses digambarkan dalam sistem operasi oleh sebuah process control block (PCB), juga

disebut sebuah control block. PCB berisikan banyak bagian dari informasi yang berhubungan dengan sebuah proses yang spesifik, termasuk hal-hal di bawah ini:

  • • Status proses: status yang mungkin adalah new, ready, running, waiting, halted, dan seterusnya.
  • • Program counter: suatu penghitung yang mengindikasikan alamat dari instruksi selanjutnya yang akan dieksekusi untuk proses tersebut.
  • • CPU register: Register bervariasi dalam jumlah dan tipenya, tergantung pada arsitektur komputer. Register tersebut termasuk accumulator, index register, stack pointer, generalpurposes register, ditambah informasi conditioncode. Bersama dengan program counter, keadaan/status informasi harus disimpan ketika gangguan terjadi, untuk memungkinkan proses tersebut berjalan/bekerja dengan benar.
  • • Informasi manajemen memori: Informasi ini dapat termasuk suatu informasi sebagai nilai dari

dasar dan batas register, tabel page/halaman, atau tabel segmen tergantung pada sistem memori yang digunakan oleh sistem operasi.

  • • Informasi pencatatan: Informasi ini termasuk jumlah dari CPU dan waktu nyata yang digunakan, batas waktu, jumlah account, jumlah job atau proses, dan banyak lagi.

 

 

http://imam_muiz.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11366/SISTEM+OPERASI-3.pdf

 

Tutorial Instalasi Ubuntu di VirtualBox

Halo kawan-kawan semua 😀 . Saya  disini akan menjelaskan mengenai cara-cara instalasi ubuntu menggunakan VirtualBox.

Sebelum menginstal Ubuntu, cek terlebih dahulu apakah virtual box telah terinstal di computer anda. Jika VirtualBox anda telah terinstal , berikut tahapan instalasinya:

Tahap 1: Buka aplikasi virtual box.

1

Tahap 2: Pilih New untuk memulai konfigurasi Virtual Box.

1

Tahap 3: pada tahap ini anda memberikan nama untuk OS yang akan diinstal. Lalu pilih type linux dan pilih version Ubuntu. Untuk melanjutkan proses instalasi pilih Next.

2

Tahap 4: menentukkan besar RAM yang akan digunakan, disarankan untuk memakai RAM 512 MB, lalu pilih Next.

3

Tahap 5: pada tahap ini anda akan dihadapkan pada opsi hard disk virtual. Pilih create new hard disk lalu pilih Create.

4

Tahap 6: disini anda akan diminta untuk konfigurasi Hard Disk virtual , disarankan untuk memilih yang jenisnya VDI (VirtualBox Disk Image). Lalu pilih Next.

5

Tahap 7: Pada tahap ini anda akan diminta untuk memilih detail dari virtual Disk.
Ada dua jenis yang diberikan, yaitu:
1. Dynamically Allocated: Maksud dari jenis ini adalah Hard disk Virtual yang akan digunakan oleh Ubuntu nantinya, semakin lama semakin besar, jika kamu menambahkan data ke Hard disk Virtual dari Ubuntu.
2. Fixed Size: Maksud dari jenis ini adalah, Hard disk Virtual yang digunakan oleh Ubuntu nantinya adalah kapasitas yang pasti.

6

Agar lebih mudah , disarankan untuk menggunakan Dynemically Allocated. Lalu pilih Next.

Tahap 8: Pilihlah tempat untuk penyimpanan Hard Disk virtual Ubuntu, kemudian tentukan kapasitas Hard Disk virtual yang digunakan oleh Ubuntu. Lalu pilih Create.

7

Tahap 9: Anda akan diberikan deskripsi dari konfigurasi yang telah dibuat. Lalu klik Start untuk melanjutkan instalasi Ubuntu.

8

Tahap 10 : Pilih Browse untuk mencari file ISO Ubuntu , lalu pilih Start.

9

Tahap 11 : Tunggu beberapa saat.
Ubuntu akan loading untuk mempersiapkan instalasi.

10

Tahap 12 : Pilih Install Ubuntu.

12

Tahap 13: Jika anda memiliki koneksi internet, anda bisa menginstall Update dari Ubuntu saat Ubuntu melakukan instalasi. Yang perlu anda lakukan adalah memberi tanda centang pada “Download updates while installing” . Lalu Klik “Continue”.

13

Tahap 14 : Tahap selanjutnya adalah memilih opsi partisi. Saya sarankan memilih opsi pertama, yaitu “Erase disk and install Ubuntu”. Dan klik Install Now.
KETERANGAN: Data anda di komputer tetap aman, maksud dari Erase disk adalah menghapus harddisk virtual yang telah dibuat oleh VirtualBox. Data yang ada di Windows akan tetap ada.

14

Tahap 15: Lalu Ubuntu akan melakukan instalasi. Anda akan diminta untuk mengisi informasi dimana anda tinggal. Lalu pilih continue.

15

Tahap 16 : pada tahap ini anda akan diminta untuk memilih keyboard layout. Setelah dipilih klik Continue.

16

Tahap 17 : pada tahap ini anda diminta untuk mengisi form nama,nama computer anda, username, dan password. Jika telah terisi pilih Continue.

17

Tahap 18 : pada tahap ini tunggulah hingga proses instalasi Ubuntu selesai.

18

Setelah selesai melakukan instalasi, Ubuntu akan meminta untuk restart. Klik “Restart”.
Setelah di restart , anda siap menggunakan Ubuntu.

19

21

Selamat Mencoba 🙂

 Untuk Tutorial versi PDF bisa di download disini:

https://www.dropbox.com/s/p4ktz7plt4sb53s/TP1_SOND_1100177_Maya%20Silviana.pdf

Memori DDR dan Jenisnya

DDR3 SDRAM kependekan dari Double Data Rate three Synchronous Dynamic Random Access Memory. Dalam teknik elektronika, DDR3 SDRAM adalah RAM berkecepatan tinggi yang berfungsi untuk menyimpan data ketika komputer sedang bekerja. Selain merupakan bagian dari perangkat komputer, DDR3 SDRAM juga digunakan pada peralatan elektronik digital lainnya.

DDR3 SDRAM adalah penerus dan perkembangan dari generasi pendahulunya, yaitu DDR2 SDRAM. Kelebihan utama DDR3 SDRAM adalah kemampuannya untuk menjalankan bus I/O hingga empat kali kecepatan sel-sel memori. Hal ini yang mengakibatkan DDR3 SDRAM mampu mentransmisi data lebih banyak dan lebih cepat dibandingkan generasi pendahulunya. Namun DDR3 SDRAM memiliki latency yang lebih tinggi dibandingkan DDR2 SDRAM. Teknologi DDR3 ini membuka peluang besar diciptakannya chip memori berkapasitas 512 Mbit hingga 8 Gbit, dan secara efektif sangat memungkinkan diwujudkannya pembuatan modul memori berkapasitas maksimum 16 GB

Jenis-jenis RAM:

1. DDR

ddr1

(Double Data Rate) RAM ini adalah generasi 1 yang memiliki frekuensi transfer antara 200 MHz sampai 400 MHz, DDR RAM ini juga memiliki beberapa jenis, diantaranya DDR-200 yang memiliki memory clock 100 MHz, DDR-266 yang memiliki memory clock 133 MHz, DDR-333 dengan memory clock 166 MHz, serta DDR-400 dengan memory clock 200 MHz, dengan voltase 2,5/2,6 V.

2. DDR2

ddr2

DDR2 RAM yang memiliki nama standar DDR2-400, DDR2-533, DDR2-677, DDR2-800, dan DDR2-1066, dengan frekuensi transfer antara 400 MHz sampai 1966 MHz. yang memerlukan voltase 1,8 V.

3. DDR3

ddr3

DDR3, Perbedaan DDR3 dengan DDR2 terletak pada frekuensi transfernya yang lebih tinggi yang mencapai 2133 MHz, sedang DDR2 maksimal hanya sampai 1066 MHz, dilihat dari segi memory clocknya tidak jauh berbeda dengan DDR2 yaitu dari 100 MHz sampai 266 MHz, dengan voltase yang hanya 1,5 V.

Pada Masing-masing jenis RAM di atas merupakan pengembangan dari generasi yang sebelumnya, sehingga pada versi terbaru umumnya mempunyai data rate yang lebih tinggi serta memerlukan daya yang lebih rendah. DDR2 secara teori mempunyai data rate 2x dengan spesifikasi yang sama dibanding DDR (DDR1). begitu juga DDR3 juga mempunyai keunggulan dibanding DDR2, latensi yang lebih unggul, performa yang lebih tinggi pada power/daya yg lebih kecil.

Referensi :

DDR3 SDRAM

http://blog.fastncheap.com/apa-bedanya-ddr-ddr2-dan-ddr3/